KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Apakah Muhamad SAW mampu membuat satu mukjizat?

Beberapa literature Islam menyebutkan bahwa Muhammad SAW mampu melakukan mujizat. Salah satu buku yang membahas tentang mujizat Muhammad SAW adalah buku yang berjudul 50 Mukjizat Rasulullah, karya Fuad Kauma, terbitan Gema Insani, Jakarta tahun 2000.

Satu hal yang ironis adalah karena Al-Qur’an sendiri sebetulnya telah menolak kemungkinan Muhammad SAW melakukan mujizat.
QS 28 : 48 :
Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran [1127] dari sisi Kami, mereka berkata: “Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?”.
QS 6 : 37 :
Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mu’jizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mu’jizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

Namun karena Alkitab dan Al-Qur’an banyak menceritakan bagaimana nabi-nabi melakukan mujizat, makanya status Muhamamad SAWpun harus dikatrol supaya sederajat dengan nabi-nabi terdahulu.

Saya akan mengutip beberapa kisah mujizat tersebut dan melihat apakah Muhammad SAW memang mempunyai kemungkinan kuasa mujizat tersebut.

I. LUDAH MUHAMMAD SAW MAMPU MENGUSIR RACUN

Kisah “mujizat” berikut menceritakan ludah Muhammad SAW mampu menyembuhkan racun akibat bisa ular yang menggigit Abu Bakar.
Sumber :
50 Mukjizat Rasulullah
Fuad Kauma
Gema Insani, Jakarta 2000, halaman 122 – 124

Untuk menyelamatkan diri dari pengejaran kaum kafir Mekah ini. Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur. Sewaktu beliau hendak memasuki gua tersebut. Abu Bakar berkata kepadanya, “Wahai Rasululla, biar aku saja yang masuk terlebih dahulu … barangkali didalam lubang-lubang itu terdapat ular atau kalajengking, maka aku bisa mengeluarkannya terlebih dahulu.” … Disaat Rasulullah sedang tidur dengan nyenyaknya, tiba-tiba ada ular berbisa yang hendak keluar dari sarangnya ….. Abu Bakar sangat mengkhawatirkan keselamatan Rasulullah. Untuk itu demi menyelamatkan tubuh Rasulullah dari gigitan ular, ia menutup lubang tersebut dengan kakinya. Karuan saja telapak kaki Abu Bakar digigit oleh ular berbisa yang hendak keluar tadi. Dalam waktu singkat, racun yang dikeluarkan oleh ular yang menggigitnya sudah merasuk ke tubuh Abu Bakar. Rasa sakit, panas dan kejang berbaur jadi satu kedalam tubuh Abu Bakar. …… Abu Bakar menjawab, “Ular yang ada dilubang ini telah menggigit kakiku.” Mendengar jawaban Abu Bakar itu, nabi segera memeriksa telapak kaki Abu Bakar yang digigit ular tadi. Kemudian Rasulullah meludahinya. Disinilah terjadi suatu keanehan yang luar biasa. Abu Bakar yang sedang kejang-kejang menahan kesakitan dalam sekejab saja rasa nyeri yang dideritanya terasa hilang begitu saja, seperti tidak pernah merasakan apa-apa.

Jadi konon air ludah Muhammad bisa menyembuhkan racun bisa ular.
Namun sungguh ironis karena air ludah yang sama justru tidak berdaya apa-apa saat menenggak racun yang disuguhkan oleh wanita Yahudi di Khaybar.
Sumber :
Sahih Bukhari
Volume 5, Book 59, Number 551:
Narrated Abu Huraira:
When Khaibar was conquered, a (cooked) sheep containing poison, was given as a present to Allah’s Apostle

Dikisahkan oleh Abu Huraira :
Ketika Khaibar ditaklukkan, sepotong daging kambing yang mengandung racun, diberikan sebagai hadiah untuk Rasulullah.

Selama beberapa tahun, air ludah yang sama juga tidak berdaya menetralisir racun tersebut hingga saat meninggalnya Muhammad.
Sumber :
Sahih Bukhari
Volume 5, Book 59, Number 713:
Narrated Ibn Abbas:
‘Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so ‘AbdurRahman bin ‘Auf said to ‘Umar, “We have sons similar to him.” ‘Umar replied, “(I respect him) because of his status that you know.” ‘Umar then asked Ibn ‘Abbas about the meaning of this Holy Verse:– “When comes the help of Allah and the conquest of Mecca . . .” (110.1)
Ibn ‘Abbas replied, “That indicated the death of Allah’s Apostle which Allah informed him of.” ‘Umar said, “I do not understand of it except what you understand.”
Narrated ‘Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, “O ‘Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison.”

Dikisahkan oleh Aisha : Rasulullah dalam keadaan sakit yang menyebabkan kematiannya, biasa berkata, “O, Aisha. Aku masih merasakan sakit akibat makanan yang aku makan di Khaibar, dan saat ini, aku merasa seolah-olah urat nadiku terputus akibat racun itu

Bahkan kolaborasi air ludah dan Jibril yang ikut memohon kesembuhan Muhammad SAW ternyata tidak mempan lagi untuk mengusir racun tersebut.
Sumber :
“Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (Book of the Major Classes),
Muhammad Ibn Sa’d
Terjemahan oleh S. Moinul Haq, M.A., PH.D dibantu oleh H.K. Ghazanfar M.A.
Volume 2, halaman 263 dan 265 :

Verily during his illness the prophet recited “al-Mu’awwadhatayn” [Sura 113, and 114], and blow his breath upon his body while rubbing his face. [This was done in an effort to be healed].

Selama sakitnya Rasulullah membaca “al-Mu’awwadhatayn” [Sura 113 dan 114], dan menghembuskan nafasnya pada tubuhnya sambil menggosok wajahnya. (Ini dilakukan agar dapat disembuhkan.)

The apostle of Allah fell ill and he i.e. Gabriel, chanted on him, saying, “In the name of Allah I chant on to ward off from you every thing that harms you and (to ward off you) against every envier and from every evil eye and Allah will heal you.”

Rasulullah merasa sakit dan Jibril melafalkan dengan berkata, “Dalam nama Allah, aku melafal agar engkau terhindar dari segala yang membahayakan engkau, segala yang mengirikan engkau dan dari segala mata iblis dan agar Allah menyembuhkan engkau.

Rasulullah yang konon air ludahnya berkhasiat menyembuhkan racun dan sudah dibantu Jibril memohonkan kesembuhan, ternyata permohonannya diacuhkan oleh Aulloh SWT sehingga Muhammad SAW harus tetap mengalami kematian yang menyakitkan atau dengan kata lain sekarat.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawiyah
Syaikh Shafiyur Rahman Mubarakfury
Robbani Press, Jakarta, 1998, hal 714 – 716 :
Sakit beliau semakin parah, dan pengaruh racun yang pernah beliau makan dari daging yang disuguhkan oleh wanita Yahudi ketika di Khaibar muncul, sampai-sampai beliau berkata, “Wahai Aisyah, aku masih merasakan sakit karena makanan yang kumakan di Khaibar. Sekarang saatnya aku merasakan terputusnya urat nadiku karena racun tersebut..” …… Sementara itu dihadapan beliau ada bejana yang berisi air. Beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam air itu, lalu mengusapkan ke wajah beliau seraya berkata, “La ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya”

Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, dan pertemukan aku dengan kekasih yang maha tinggi, Ya Allah, kekasih yang maha tinggi.
Beliau mengulang kalimat terakhir sampai tiga kali, lalu tangan beliau lunglai ………….

Dalam hal ini, Mubarakfurry mengutip dari Sahih Bukhari vol 5, buku 59, hadis no 730

Jadi bagaimana dengan keabsahan kisah ludah Muhammad SAW menyembuhkan bisa ular yang menggigit kaki Abu Bakar, sementara Muhammad SAW sendiri sekarat saat kematiannya karena racun..

Bandingkan dengan nabi Musa, saat kematiannya beliau masih kuat.
Ulangan 34:7 :
Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang

II. MUHAMMAD SAW MENGEMBALIKAN MATA DAN MENYEMBUHKAN LUKA.

Kisah “mujizat” berikut menceritakan bagaimana Muhammad SAW dapat mengembalikan biji mata yang terpanah dan menyembuhkan luka-luka.
Sumber :
50 Mukjizat Rasulullah
Fuad Kauma
Gema Insani, Jakarta 2000, halaman 153 – 156
… Ditengah-tengah usahanya melindungi Rasulullah SAW, tiba-tiba mata Qatadah terbidik panah hingga biji matanya meleleh keluar, darahnya mengucur dengan deras. Ia lalu cepat-cepat menghampiri Rasulullah SAW, seraya mengadukan tentang matanya yang terbidik panah hingga biji matanya keluar. Melihat hal tersebut, tenpa berkomentar Rasulullah dengan cepat langsung mengembalikan biji mata Qatadah yang keluar dari tempat asalnya ……. Dalam sekejab itu juga biji mata Qatadah kembali seperti semula, seperti tidak terluka dan darah yang mengucur dari matanya juga berhenti.

Jadi konon Muhammad SAW dapat membuat mujizat dengan mengembalikan biji mata yang keluar dan menghentikan perdarahan hingga seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Namun sungguh ironis karena Muhammad SAW sendiri tidak dapat mengembalikan giginya yang tanggal dan kepayahan karena luka-lukanya.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Pustaka Jaya, Jakarta, 1980
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/index.html

BAGIAN KESEBELAS : PERANG UHUD1
Sesampainya Muslimin di ujung bukit itu, Ali pergi lagi mengisi air ke dalam perisai kulitnya. Darah yang di wajah Muhammad dibasuhnya serta menyirami kepalanya dengan air. Dua keping pecahan rantai besi penutup muka yang menembus wajah Rasul itu oleh Abu ‘Ubaida bin’l-Jarrah dicabut sampai dua buah gigi serinya tanggal…..
Sementara itu orang-orang Islam sudah makin tinggi mendaki gunung. Tetapi keadaan mereka sudah begitu payah, begitu letih tampaknya, sampai-sampai Nabi melakukan salat lohor sambil duduk – juga karena luka-luka yang dideritanya, …

Jadi bagaimana dengan keabsahan kisah Muhammad SAW menyembuhkan Qatadah, kalau diri sendiri tidak bisa mengembalikan gigi dan menyembuhkan luka-luka secara sekejab dan justru kepayahan akibat luka-lukanya.

Tanggalnya gigi Muhammad SAW tampaknya menjadikan Muhammad SAW sang Rasulullah adalah satu-satunya utusan Aulloh SWT yang giginya ompong.
Mungkin ini sebabnya Muhammad SAW tidak pernah mau dilukis, habis malu khan kalau kelihatan giginya ompong.
Mungkin wajahnya jadi mirip pak Tile, babenya si Dul anak Betawi?!

III. MUHAMMAD SAW MELINDUNGI DIRI DENGAN BATU

Kisah “mujizat” berikut menceritakan bagaimana Muhammad SAW bisa membuat batu melindungi dirinya dari batu lainnya.
Sumber :
50 Mukjizat Rasulullah
Fuad Kauma
Gema Insani, Jakarta 2000, halaman 120
Selanjutnya tanpa membuang-buang waktu, Syihab langsung menjatuhkan batu besar yang dibawanya kearah Rasulullah yang ada dibawah. Tiba-tiba keluarlah batu dari dalam dinding Kabah. Batu ini menahan batu besar yang dijatuhkan oleh Syihab dari atas sampai Rasulullah SAW berdiri dan pergi dari tempat tersebut. Setelah Rasulullah pergi, batu tadi jatuh ketanah, sedangkan batu yang keluar dari dinding Kabah kembali ketempat semula, yakni masuk ke dalam dinding Kabah lagi.

Jadi konon Muhammad SAW dapat membuat mujizat dengan menahan batu dengan batu.
Namun sungguh ironis karena dilain kesempatan Muhammad SAW justru luka parah terkena batu yang dilemparkan oleh Quraish. Saat itu mujizat Muhammad SAW mungkin baru macet jadi tidak ada batu yang keluar untuk menahan batu yang dilempar kepadanya.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Pustaka Jaya, Jakarta, 1980
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/index.html

BAGIAN KESEBELAS: PERANG UHUD1
Iman mereka makin besar, keberanian mereka makin bertambah bilamana mereka melihat batu yang dilemparkan Quraisy itu telah mengenai diri Nabi. Gigi gerahamnya yang setelah terkena, wajahnya pecah-pecah dan bibirnya luka-luka. Dua keping lingkaran rantai topi besi yang menutupi wajahnya, telah menusuk pula menembusi pipinya. Batu-batu yang menimpanya itu dilemparkan oleh ‘Utba b. Abi Waqqash.

Jadi selain gigi serinya tanggal, gerahamnya juga sangat mungkin tanggal, dan pipinya juga bopeng akibat tertembus rantai topi besi.
Jadi makin jelaslah alasan kenapa Muhammad SAW tidak mau dilukis dirinya.
Bagaimana mungkin, wajah yang tidak lagi tampan harus dilukis bersama dengan gerombolan istri-istri dan gundik-gundiknya yang muda-muda dan cuwantik-cuwantik.

IV. TUBUH MUHAMMAD SAW MENEBARKAN BAU HARUM

Kisah “mujizat” berikut menceritakan bagaimana Muhammad SAW bisa membuat tubuhnya menebarkan bau harum.
Sumber :
50 Mukjizat Rasulullah
Fuad Kauma
Gema Insani, Jakarta 2000, halaman 97
Dikisahkan oleh Abu Juhaifah, “…… Pada waktu tangan Rasulullah kupegang, aku merasakan tangan tersebut sangat dingin, sedangkan ketika aku mencium tangan beliau ternyata baunya sangat harum, lebih harum daripada minyak mistik.” …… Apabila beliau duduk dalam sebuah majelis maka ruangan majelis tersebut akan berbau harum.

Jadi konon Muhammad SAW dapat membuat mujizat dengan menebar bau harum.
Namun sungguh ironis karena saat berhujan-hujan, ternyata gerombolan perompak pimpinan Muhammad SAW ini justru bau domba.

Sumber :
Sunan Abu Dawud
Buku 027, Hadis nomor 4022.
Narated By Abu Musa al-Ash’ari : Abu Burdah said: My father said to me: My son, if you had seen us while we were with the Apostle of Allah (pbuh) and the rain had fallen on us, you would have thought that our smell was the smell of the sheep.

Dikisahkan oleh AbuMusa al-Ash’ari:
Abu Burdah berkata: Ayahku berkata padaku: Anakku, jika kau melihat keadaan kami ketika bersama Rasul Allah dan hujan lalu turun ke atas kami, kamu pasti menduga bau badan kami seperti bau domba.

Mungkin bagi Muhammad SAW bau domba itu sangat harum sehingga tubuhnya menebarkan bau domba yang kemudian menular ke gerombolan pengikutnya.

V. PENUTUP

Dari 4 contoh kisah “mujizat” diatas, ternyata justru bertolak belakang dengan apa yang dialami Muhammad SAW dalam kehidupan nyatanya.

• Muhammad konon bermujizat menyembuhkan racun, namun justru Muhammad sendiri meninggal sekarat karena racun (kasihan yah)
• Muhammad konon bermujizat menyembuhkan luka secara seketika, namun justru Muhammad sendiri kepayahan karena luka
• Muhammad konon bermujizat mengembalikan biji mata, namun justru Muhammad sendiri giginya tanggal dan tidak ada kisah beliau mengembalikan giginya
• Muhammad konon bermujizat membuat batu melindungi dirinya, namun justru terluka akibat lemparan batu.
• Muhammad konon bermujizat tubuhnya menebar bau harum, namun ternyata baunya busuk seperti domba kehujanan

Otoritas final bagi Islam adalah Al-Qur’an, dan Al-Qur’an jelas telah menutup peluang Muhammad melakukan mujizat.

Jadi mujizat apa yang dilakukan Muhammad SAW ??

Mujizat itu adalah “mampu membuat orang percaya beliau bermujizat padahal sebetulnya tidak bisa bermujizat sama sekali”

Mujizat atau ……….???

Single Post Navigation

13 thoughts on “Apakah Muhamad SAW mampu membuat satu mukjizat?

  1. Haha….sebenarnya cukup satu mu’jizat bagi Nabi Muhammad SAW untuk membuktikan kenabian dan kerasulannya. Anda memang mirip bangsa Israel yg senangnya minta bukti mu’jizat kpd seorang nabi, namun kalaupun nampak mu’jizat itu mereka tetap saja ingkar. Jadi memang sulit berdiskusi secara jernih terhadap org yg mata hatinya masih ditutupi kedengkian. Menurut saya, cukuplah akhlak Nabi Muhammad SAW yang paling mulai di antara seluruh makhluk sebagai bukti kebenaran ajaran yg dibawanya. Islam berbangga karena punya satu tuhan yakni Allah, tdk seperti umat lain yg memerlukan banyak tuhan hanya untuk menggenai mu’jizat. Kalau tak salah, penulis blog ini Kristen?? Nah, tanya ke hati anda pribadi, sudah benarkan ajaran kalau Yesus, Rohkudus atau Bunda Maria kemudian tuhan bapak, semuanya berpredikat tuhan??? Kalau Anda membenarkan, knp Anda gak usul aja ke mereka bertiga supaya Anda juga diberi gelar tuhan hehehe, krn kalau dari tulisan Anda, cukup mumpuni koq berserikat dengan Yesus hehehe

  2. Alhamdulillah, Islam (dien yang saya anut) tidak mengedepankan mitologi.

    Mukjizat berbeda dengan KESAKTIAN. Mukjizat itu fenomena manusia biasa (khusus hanya terjadi pada nabi dan rasul) bisa melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mampu dilakukan oleh manusia. Munculnya mukjizat itu HANYA atas kehendak ALLAH, bukan kehendak pemilik mukjizatnya. Dan kalau Allah tidak berkehandak, maka nabi/ rasul tersebut tidak bisa mengulanginya.

    Nabi Musa sendiri, setiap melakukan mukjizatnya tidak atas kemampuannya, tetapi diperintah oleh ALLAH dan ia pun tak menyangka bisa melakukan hal-hal seperti membelah lautan, merubah tongkat menjadi ular, atau lainnya. Kalau tidak percaya baca baik-baik terjemahan Al-Qur’an yang menceritakan kisah nabi Musa. Apakah Nabi Musa langsung memukul dan membelah lautan ketika terpojok ke pinggir pantai? Tidak, tetapi Allah memberinya perintah (petunjuk) terlebih dahulu, baru Nabi Musa melakukannya. Seperti itu juga saat Nabi Musa harus menghadapi penyihir yang punya KESAKTIAN merubah tali menjadi ular.

    KESAKTIAN itu semacam kelebihan manusia yang selama ia memiliki kesaktian tersebut, maka ia bisa menggunakannya sesuka hati. Seringkali mereka memiliki kemampuan tersebut karena dibantu SETAN. Kenapa SETAN dibiarkan oleh ALLAH memberi kesaktian pada manusia? baca lagi Al-Qur’an yang mengisahkan Nabi Adam dan ketika IBLIS diusir dari surga. IBLIS menyanggupi kelak akan masuk neraka selama-lamanya, tetapi minta diijinkan menggoda manusia DENGAN CARA APAPUN. Allah pun memberinya ijin dengan perkecualian, ada orang-orang beriman dan bertaqwa yang tidak akan bisa digoda oleh IBLIS dan SETAN. DENGAN CARA APAPUN, salah satunya dengan memberi kesaktian pada manusia biasa, bahkan sampai sekarang banyak yang seperti itu.

    Itulah bedanya ketika Nabi Musa memiliki mukjizat merubah tongkat menjadi ular dengan ketika para penyihir memiliki kesaktia dari SETAN untuk merubah tali menjadi ular.

    Makanya jangan heran kalau ada Nabi/ Rasul yang dikisahkan mampu melakukan suatu MUKJIZAT dan di kali lain tidak mampu seolah dia hanya manusia biasa. Dan memang benar karena semua Nabi dan Rasul dalam Islam adalah mausia biasa yang tidak memiliki kesaktian, tetapi terkadang ALLAH membantunya dengan mukjizat. Itulah mukjizat, sekedar untuk menunjukkan kebenaran kenabian/ kerasulan. Namun, dari kisah yang saya ketahui, bahkan dengan mukjizat sedahsyat apapun tetap banyak manusia yang lebih memilih godaan setan.

    Intinya:
    1. Mukjizat bukan milik nabi/ rasul, tetapi milik Allah yang ditunjukkan melalui nabi/ rasul.
    2. Semua nabi/ rasul adalah manusia biasa yang bisa lapar, terluka dan sakit.
    3. Kesaktian yang dimiliki manusia memang bisa jadi berkat dari Tuhan, namun seringkali sebenarnya adalah godaan SETAN. Karena SETAN diijinkan menggoda manusia dengan cara apapun.
    4. Ummat Islam sendiri banyak yang tergoda dan salah menilai sehingga sering percaya cerita bohong tentang kesaktian tokoh-tokoh di masa lalu. Misalnya cerita Sunan Kalijaga yang mampu bertapa duduk diam berhari-hari. Padahal Sunan Kalijaga adalah seorang ulama dan manusia biasa. Tidak mungkin ia berhari-hari tanpa makan. Apalagi ia seorang ulama, tidak mungkin beliau duduk diam berhari-hari tanpa melakukan shalat 5 waktu.

    Kalau masih kurang yakin, coba baca Al-Qur’an surat Al-Baqarah yang menceritakan tentang Nabi Musa. Yaitu kisah yang menunjukkan orang-rang di jaman nabi Musa banyak bertanya dan tidak percaya pada Nabi Musa meskipun sudah ditunjukkan kebenaran dengan Mukjizat yang lewat melalui Nabi Musa. Cari di Al-Qur’an kisah penyembilahan sapi betina. Baca dan coba resapi.

    • jaman sekarang pun banyak yang mampu bermukjizat tanpa harus memakai atau membaca mantera khusus. Seperti contoh orang kristen (saya tidak bermaksud promosi kristen, murni hanya contoh) mampu menyembuhkan orang sakit dalam suatu ibadah mereka. bahkan stasiun televisi menyiarkan acara kebaktian kesembuhan tersebut.
      Seperti kita ketahui orang kristen hanya menyembah yesus/isa sebagai tuhan, tapi mereka mampu bermukjizat.

      • Dalam pemahaman Islam, yang diberi mukjizat hanya nabi dan rasul. Bila ada selain itu punya kemampuan yang logikanya tak bisa dimiliki manusia, ada 3 kemungkinan:

        1. Sebenarnya logis tetapi masyarakat umum belum bisa menerima. Atau ada rahasianya, seperti yag dilakukan pesulap, ilusionis, mentalis atau semacamnya. Atau pengobatan yang dilakukan ahli pengobatan alternatif.
        2. Tuhan memberi apa yang disebut MA’RIFAT. Yaitu kemampuan semacam mukjizat tetapi bukan untuk nabi dan rasul.
        3. Bekerjasama atau secara tidak sadar dibantu oleh setan (jin). Seperti yang dilakukan para dukun. Sebagian ahli pengobatan alternatif ada juga yang mengambil jalan ini.

        Lantas, jika saya melihat acara di RCTI seperti itu, kenapa saya tidak tergoda untuk memeluk agama selain Islam? Karena umat muslim punya keyakinan, sebagaimana yang paling sering diucapkan umat muslim.

        BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
        (Dengan menyebut ama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

        Jadi, saya berbaik sangka dan yakin acara TV itu tidak menggunakan muslihat atau jin (kemungkinan 1 dan 3). Saya meyakini, saat itulah ALLAH tengah menunjukkan sifat Maha Pengasih-NYA. Allah tidak hanya mengasihi muslim saja, tetapi semua orang didunia ini. Jadi tidak heran bila ada orang di non-muslim punya kemampuan lebih dan malahan yang muslim tidak. Saya yakin, sudah menjadi kehendak Allah setiap orang punya potensi dan kemampuan yang berbeda-beda.

        Banyak juga hlo orang yang tidak beragama tetapi punya kemampuan menyembuhkan. Bahkan sering ada fenomena benda mati (seperti: batu) yang terbukti bisa menyembuhkan.

        Berkaitan dengan tulisan anda tentang mukjizat Muhammad saw., yaa itu lah mukjizat, muncul hanya atas kehendak Allah. Di luar itu semua Nabi dan Rasul hanyalah manusia biasa.

        Tambahan:
        Saya juga pernah mendengar orang Islam punya kemampuan menyembuhkan dengan cara-cara di luar logika. Bagi kami, umat Islam ada peringatan khusus terhadap hal-hal yang di luar logika seperti itu. Karena ada kemungkinan yang saya tulis nomor 3 di atas.

        • menggunakan mantra-mantra. Tapi apakah para orang kristen tersebut menggunakan mantra khusus untuk penyembuhan? Biasanya mantra yang mereka gunakan hanya sebuah ucapan “didalam nama yesus saja”. Apakah nama yesus itu setan atau jin??

          • Jadi, saya berbaik sangka dan yakin acara TV itu tidak menggunakan muslihat atau jin (kemungkinan 1 dan 3). Saya meyakini, saat itulah ALLAH tengah menunjukkan sifat Maha Pengasih-NYA. Allah tidak hanya mengasihi muslim saja, tetapi semua orang didunia ini. Jadi tidak heran bila ada orang di non-muslim punya kemampuan lebih dan malahan yang muslim tidak. Saya yakin, sudah menjadi kehendak Allah setiap orang punya potensi dan kemampuan yang berbeda-beda.

            • Dalam Islam hanya nabi dan rasul saja yang bisa bermukjizat sedangkan muslim biasa tidak bisa bermukjizat.
              Sedangkan non muslim Allah SWT memberikan mukjizat kepada umat non muslim.
              Dimana keadilan Allah SWT jika muslim sudah sujud menyembah 5x sehari tidak mampu ber mukjizat sedangkan non muslim yang tidak menyembah Allah SWT diberikan kuasa mukjizat?
              Tidak mungkin hal itu merupakan suatu cobaan dari Allah SWT kepada umatnya, bukan?

  3. Yaa… sudahlah, coba tanyakan pada rumput yang bergoyang.

  4. pnshafapublika on said:

    ketika saya memandang anda wahai lagi281, saya memakai 2 pandangan yang berlainan,
    di satu sisi saya memandang anda sebagai seorang yang membutuhkan pencerahan, karena sangat dalamnya tenggelamnya anda dalam lautan filsafat yang intinya hanyalah permainan kata2 tanpa ada ujung pangkalnya. saya kasihan kepada anda, sehingga saya berdoa kepada Allah, agar memberi petunjuk kepada anda.

    di sisi yang lain, saya yakin seyakin-yakinnya, cepat ataupun lambat, jika anda tidak mau bertaubat kepada Allah, anda akan binasa karena kata2 anda sendiri. dan itulah akhir orang2 yang tidak memiliki pekerjaan melainkan pekerjaan menghina agama Allah.
    semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk.

  5. jadi kalau Isa Almasih bisa menhidupkan orang mati, kenapa dia Mati Juga di Salib…?

  6. @Deni Karena itu sudah dinubuatkan bahwa Kristus akan mati dikAyu salib untuk menebus dosa manusia dan bangkit pada hari yang ketiga

  7. hitamlegampekat on said:

    Yg saya tau kaum nasrani adalah kaum yg penuh keirian dan dengki kepada nabi muhammad saw dari jaman jahiliyah hingga kini, mngapa kaum nasrani memiliki kedengkian itu hingga kini, jawaban simpelnya adalah bahwa kenabian yg di miliki oleh kaum nasrani( seseorang yg di salib di initialkan seorang nabi bahkan tuhan bagi kaum nasrani) tdk lah sama sprti nabi yg di miliki oleh nabi kaum muslimin, mngingat yg di pertuhankan adalah seorang yg penuh dg kesesatan durjana cabul dan ahli zinah lalu di salib oleh mereka pendukung jahiliyah ketika itu ( maaf akibat perzinahannya terhadap bunda maria) namun sayang hingga kematiaannya seseorang yg di namakan yesus tak mengekauinya, anehnya atas kebodohan mereka kaum nasrani si pria tadi di anggap tuhan oleh mereka…. Lalu kemanakah nabi isa yg di anggap mati, sesungguhnya nabi isa masih lah hidup dan kelak ia akan memerangi dajjal di akhir dunia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: