KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

BUKTI KUAT QUR’AN KARANGAN MUHAMMAD

BUKTI QUR’AN MUHAMMAD MENCONTEK KITAB LAIN UNTUK ISI

QUR’AN Bukti2 bahwa Muhamad hanya mengarang Qur’an bisa dilihat dari: A. Ide2 dan Doktrin2 dalam Qur’an: 1. Kata2 agama Yahudi dalam Qur’an 2. Pandangan tentang Doktrin2 Islam 3. Hukum Moral dan Ibadah Agama 4. Pandangan Hidup B. Kisah2 dan Legenda2 dalam Qur’an Kata2 agama Yahudi dalam Qur’an: 1. Tabut – kata yang berakhiran –ut merupakan kata asli agama Yahudi karena tiada kata Arab asli yang berakhiran –ut. 2. Torah (Taurat) – wahyu illahi bagi kaum Yahudi 3. Jannatu And – surga, taman Eden 4. Jahannam (Gehinnom) – Neraka (berasal dari kata Lembah Hinnom tempat munculnya penyembahan berhala, sehingga kemudian kata Hinnom diartikan sebagai Neraka) 5. Ahbar – guru 6. Darasa – untuk mengerti maksud asli naskah agama melalui penyelidikan yang persis dan seksama 7. Rabbani – guru 8. Sabt – hari peristirahatan (Sabbath) 9. Sakinat – kehadiran Tuhan 10. Taghut – kesalahan 11. Furqan – penebusan, penyelamatan 12. Maun – pengungsi 13. Masani – pengulangan 14. Malakut – pemerintahan, hukum Tuhan Pengambilan kata2 Yahudi merupakan bukti jelas bahwa kang Mamat tidak sanggup mencari kata yang tepat dalam bahasa Arab. Selain itu, Qur’an sarat dengan kata2 Aramaik dan Syria dan ini juga menyiratkan pencurian ide2 agama. Misalnya kata2 Swat (bencana), Madina, Masjid (tempat ibadah), Sultan, Sullam (tangga), Nabi.

Doktrin utama Islam juga dipinjam dari agama Yudaisme, dan ini beberapa contoh yang paling jelas:

KEESAAN TUHAN
Seperti yang telah ditulis dalam sejarah, keesaan Tuhan merupakan hal yang baru bagi kaum pagan Arabia. Meskipun begitu paham Tuhan yang esa dari Yudaisme yang tak kenal kompromi begitu mempesona Muhammad sehingga akhirnya dia pun berkhotbah tentang Tuhan yang Esa.

WAHYU YANG DITURUNKAN
Ide bahwa Allah membimbing dan menolong umat manusia melalui wahyu yang ditulis oleh orang2 yang dipilih Tuhan adalah hal utama bagi penciptaan agama Muhammad. Secara terus terang dia kagum atas kaum Yahudi terpelajar yang punya pengetahuan sangat dalam tentang agamanya. Ini diungkapkannya di ayat 6:20 yang bunyinya “Mereka mengerti Kitab bagaikan mengerti anak mereka sendiri!” Dia mengambil keputusan untuk punya buku Arab yang harus dihafal dan dimengerti pengikutnya dengan cara yang sama kaum Yahudi mengenal kitab suci mereka. Akhirnya si Mamat menggombal bahwa Qur’an adalah buku jiplakan dan buku yang asli ada di surga (85:22). Ide ini diambil dari Pirke Aboth volume 6 yang juga mengatakan bahwa terdapat meja2 surgawi yang bertuliskan hukum2.

PENCIPTAAN
Ide Muhammad tentang penciptaan sudah jelas diambil dari Keluaran 20:11 dan ini tampak di Q 50:38 yang berbunyi “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” Di surah2 lainnya, Qur’an menyatakan bumi dibentuk dalam waktu dua hari (Q 41:9-11).

TUJUH SURGA, TUJUH NERAKA
Qur’an sering menyebut tentang tujuh surga (2:29; 41:12, 65:12), dan hal serupa juga ditemukan di Chegiga 9:2. Di dalam Qur’an, neraka punya tujuh pintu
Q 15:44
Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
Dan hal yang sama juga terdapat di Zohar 2:150
Kitab Zohar (Yudaisme זהר “Splendor, radiance”) dianggap sebagai kitab yang paling penting dalam Kabbalah (Yudaisme mistik)
Image

Hal neraka punya tujuh pintu ini bisa dilacak jauh kembali ke belakang, ke sumber Indo-Iran, karena dalam kitab suci agama Hindu dan Zoroastria terdapat pula keterangan tujuh surga dan tujuh neraka. Di Sura 11:7 kita baca bahwa takhta Allah terapung di atas air.
Q11:7
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, ….
Bandingkan ini dengan Kejadian 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudra raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Di sura 43:77 kita baca Malik adalah penjaga neraka yang mengatur penyiksaan terhadap orang2 berdosa
Q 43:77
Mereka berseru: “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”.
Hal serupa tampak pada kepercayaan Yudaisme tentang Pangeran Kegelapan. Nama Malik sudah jelas diambil dari nama Dewa Api bangsa Amalek yakni Molekh yang dinyatakan di Letivicus, 1 Raja2, dan Yeremia.

Di Sura 7:46 tertulis pembatas surga dan neraka bernama A’raaf
Q 7:46
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
Bandingkan ini dengan Midrash Yahudi di Eklesia 7:14
“Berapa besarnya ruangan antara surga dan neraka? Rabbi Jokhanan berkata terdapat sebuah tembok, Rabbi Akha berkata terdapat sebuah sekat; guru2 mereka menyatakan bahwa keduanya terletak sangat berdekatan sehingga orang2 dapat saling melihat dari tempat mereka berada.”
Hal serupa juga dinyatakan di agama Zoroastria:
“Jaraknya seperti antara gelap dan terang.”

Ayat Qur’an 50:30 dinyatakan:
Suatu Hari Kami akan bertanya pada Neraka,”Apakah kau sudah penuh?” Ia menjawab,”Apakah masih ada tambahan lagi (yang datang)?”
Di buku Othioth Derabbi Akiba 8:1 tertulis:
“Pangeran Neraka akan berkata, hari demi hari, berikan makanan sampai aku kenyang.”

Perihal sulitnya masuk ke Surga, para Rabbi Yudaisme menggambarkannya bagaikan sulitnya gajah masuk ke lubang jarum, sedangkan Q 7:40 menyatakan unta masuk ke lubang jarum.
Q 7:40
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Bandingkan dengan perkataan Yesus di Matius 19:24
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Juga Markus 10:25 dan Lukas 18:25

Menurut Talmud, anggota badan manusia akan bersaksi tentang diri manusia itu sendiri (Chegiga 16, Taanith 11). Satu pasal menyebut, “Anggota2 tubuh manusia akan bersaksi tentang dirinya, karena telah dikatakan: ‘Dirimulah sendiri yang akan menjadi saksiKu, kata Tuhan’”.
Sekarang bandingkan dengan Q 24:24
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Ayat Qur’an 22:47 menyatakan:
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
Bandingkan dengan ini:
Mazmur 90:4
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

HUKUM MORAL DAN IBADAH

Ada aturan moral dari Talmud yang dipinjam oleh Muhammad. Anak2 tidak perlu menuruti nasehat orangtuanya jika orang tua mereka menginginkan sang anak untuk melakukan kejahatan. Ini terdapat di Jebhamoth 6 dan di Q 29:8.

Tentang makan dan minum saat puasa di bulan Ramadhan, Q 2:187 menyatakan
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Di Mishnah Berachoth 1:2 tertulis bahwa doa Shema dilakukan “pada saat seseorang dapat membedakan benang biru dengan benang putih”.

Q 4:46 menyatakan bahwa Muslim tidak boleh sembahyang jika mereka mabuk, habis be’ol, atau menyentuh wanita.
Q 4:46
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.
Larangan2 yang sama bisa dilihat di Berachoth 31:2 dan 111:4 dan Erubin 64.

Shalat dapat dilakukan pada saat berdiri, berjalan atau bahkan sedang mengendarai. Hal ini tertulis di Berachoth 10 dan dipinjam Muhammad di Q 2:239, 3:39 dan 10:89.
Q 2:239
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Ketaatan melakukan ibadah tidaklah mutlak jika dalam keadaan terjepit, dan hal ini tidak dianggap dosa. Pesan ini tercantum di Mishnah Berchoth 4:4 dan Q 4:102 pun menyatakan hal yang sama.
Q 4:102
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

Aturan wudhu di Q 5:6 sama dengan aturan membersihkan diri di Berachoth 46
Q 5:6
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Di Q 5:6 tercantum bahwa jika tidak ada air hendaklah bersihkan diri dengan tanah. Talmud Berachoth 46 menyatakan bahwa “orang dapat membersihkan diri dengan tanah”.

Q 17:110 menyatakan bahwa sembahyang tidak boleh dilakukan dengan suara yang keras. Aturan yang sama tercantum di Berachoth 31:2.

Q 2:228 menetapkan masa tunggu selama 3 bulan sebelum wanita yang baru bercerai dapat menikah lagi. Misha Jabhamoth 4:10 menyatakan hukum yang persis sama.

Hukum nikah di Q 2:221 serupa dengan Talmud Kethuboth 40:1.

Baik Islam maupun Yudaisme menuntut wanita untuk menyusui bayinya sampai usia 2 tahun. Ini tertera di Q 31:14, 2:233 dan di Kethuboth 60:1.

Doktrin2 lain yang dipinjam Muhammad dari agama Yudaisme adalah kebangkitan orang2 mati, baik yang beriman atau tidak beriman. Hal ini sudah disebut di Daniel 12:2.
Daniel 12:2
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

Juga doktrin tentang Hari Akhir yakni yom dina rabba, ketika kitab penghakiman dibuka, dan setiap orang akan dihakimi. Hadiah surga, taman dan hukuman neraka, dengan api membara di Gehinnam; ini semua berasal dari agama Yahudi yang kemudian dilebih-lebihkan di dalam imajinasi Muhammad yang memang sudah rada miring sejak awal. Doktrin2 tentang malaikat dan roh2 jahat; terutama yang disebut sebagai Iblis, dan juga Gabriel, sang malaikat penyampai wahyu. Muhammad tampaknya sangat terpesona dengan bab pertama kitab Kejadian, dan ini bisa dilihat dari banyaknya ruang dalam Qur’an yang menerangkan penciptaan surga dan bumi, manusia dan berbagai benda2 di alam raya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Zeraim

http://en.wikipedia.org/wiki/Talmud
___________________________________
Talmud differs in some cases from that in the Mishnah; see the discussion on each Seder.
First Order: Zeraim (“Seeds”). 11 tractates. It deals with prayer and blessings, tithes, and agricultural laws.
Second Order: Moed (“Festival Days”). 12 tractates. This pertains to the laws of the Sabbath and the Festivals.
Third Order: Nashim (“Women”). 7 tractates. Concerns marriage and divorce, some forms of oaths and the laws of the nazirite.
Fourth Order: Nezikin (“Damages”). 10 tractates. Deals with civil and criminal law, the functioning of the courts and oaths.
Fifth Order: Kodashim (“Holy things”). 11 tractates. This involves sacrificial rites, the Temple, and the dietary laws.
Sixth Order: Tohorot (“Purity”). 12 tractates. This pertains to the laws of ritual purity.
________________Seder Zeraim (Hebrew: סדר זרעים, lit. “Order of Seeds”) is the first and shortest Seder (“Order”) of the Mishnah, the first major work of Jewish law. It deals primarily with the agricultural laws of the Land of Israel, but also discusses rules regarding Jewish services and prayers. Due to the agricultural laws being irrelevant to the Jewish sages of Babylon, there is no Gemara (“Completion”) for Zeraim (with the exception of the first tractate, which discusses prayer) in the Babylonian Talmud, but there is a Gemara for the enter Order in the Jerusalem Talmud.Zeraim is divided into eleven tractates:
1. Berakhot (ברכות, Blessings) deals with the rules of blessings and prayers, particularly the Shema and the Amidah. It consists of nine chapters.
2. Pe’ah (פאה, Corner) deals with the regulations concerning the commandment to leave the corner of one’s field for the poor (Leviticus 19:9–10, 23:22; Deuteronomy 24:19–22), and with the rights of the poor in general. 8 chapters.
3. Demai (דמאי, Doubtful Produce) deals chiefly with various cases in which it is not certain whether the priestly donations have been taken from produce. 7 chapters.
4. Kil’ayim (כלאים, Of Two Sorts; Heterogeneous) deals chiefly with rules regarding forbidden mixtures in agriculture, clothing and breeding (Leviticus 19:19; Deuteronomy 22:9–11). 9 chapters.
5. Shevi’it (שביעית, Seventh Year) deals with the agricultural and fiscal regulations concerning the Sabbatical Year (Exodus 23:11, Leviticus 25:1–8, Deuteronomy 15:1–11). 10 chapters.
6. Terumot (תרומות, Donations) deals with the laws regarding the terumah donation given to the Kohanim (Jewish priests) (Numbers 18:8–20, Deuteronomy 18:4). 11 chapters.
7. Ma’aserot (מעשרות, Tithes) or Ma’aser Rishon (מעשר ראשון, First Tithe) deals with the rules regarding the tithe to be given to the Levites (Numbers 18:21–24). 5 chapters
8. Ma’aser Sheni (מעשר שני, Second Tithe) deals with the rules concerning the tithe which was to be eaten in Jerusalem (Deuteronomy 14:22–26). 5 chapters
9. Hallah (חלה, Glob of Dough) deals with the laws regarding the hallah offering of dough to be given to the Kohanim (Numbers 15:18–21). 4 chapters
10, Orlah (ערלה, Blockage of Trees) deals chiefly with the prohibition of the immediate use of a tree after it has been planted (Leviticus 19:23–25). 3 chapters.
11. Bikkurim (ביכורים, First-Fruits) deals with the first-fruit gifts to the Kohanim and Temple (Exodus 23:19; Deuteronomy 26:1). 3 / 4 chapters.

KISAH2 DAN LEGENDA2Tampaknya sejak kecil Muhammad doyan mendengarkan dongeng2 Yahudi yang tercantum di Talmud, Targum dan Midrash. Karena ngebetnya punya versi dongeng miliknya sendiri, Muhammad tidak segan2 mengambil nama para tokoh dari kisah asli Yahudi dan memasukkannya ke dalam Qur’an
Aaron menjadi Harun
Abel menjadi Habil
Abraham menjadi Ibrahim
Adam tetap sebagai Adam
Kain menjadi Qabil
David menjadi Daud
Elias menjadi Ilyas
Elijah menjadi Alyasa
Enoch menjadi Idris
Ezra menjadi Uzair
Gabriel menjadi Jibril
Gog menjadi Yajuj
Goliath menjadi Jalut
Isaac menjadi Ishaq
Ishmael menjadi Ismail
Jakob menjadi Yakub
Job menjadi Aiyub
Jonah menjadi Yunus
Joshua menjadi Yusha’
Joseph menjadi Yusuf
Korah menjadi Qarun
Lot menjadi Lut
Magog menjadi Majuj
Michael menjadi Mikail
Moses menjadi Musa
Noah menjadi Nuh
Pharaoh menjadi Firaun
Saul menjadi Talut
Salomo menjadi Sulaiman
Terah menjadi AzarKisah2 Alkitab Perjanjian Lama yang dicatut dalam Qur’an adalah sebagai berikut:
Aaron dan kisah patung lembu –> Q 20:90
Kain dan Abel –> Q 5:30
Abraham dikunjungi malaikat2 –> Q 11:69, 15:51
Adam jatuh dalam dosa –> Q 7:18, 2:37
Korah dan rekan2nya –> Q 28:76, 29:38, 40:25
Penciptaan dunia –> Q 16:3, 13:3, 35:1,12
David memanjatkan pujian bagi Tuhan –> Q 34:10
Air bah –> Q 54:9; 69:11; 11:42
Jacob pergi ke Mesir –> Q 12:99
Jonah dan ikan besar –> Q 6:86; 10:98; 37:139; 68:48
Sejarah Joseph –> Q 6:84; 12:1; 40:86
Roti manna dan burung puyuh à Q 7:160; 20:82
Moses memukul batu –> Q 7:160
Bahtera Noah –> Q 11:40
Pharaoh –> 2:49; 10:75; 43:46; 40:24,26,s8,29,45
Keputusan Salomo –> Q 21:78
Ratu Sheba –> Q 27:29

Sudah jelas bahwa Muhammad berusaha membuat “hubungan yang jelas dan tegas dengan agama2 Kitab (Yahudi dan Kristen), terutama dari kitab2 suci Yahudi.” Karena Muhammad hanya mendengar saja dan tidak terlalu banyak tahu agama Yahudi secara mendalam, banyak kisah Yahudi yang dijiplaknya menjadi salah makna, salah kronologi, salah nama, salah keturunan, pokoknya memalukan banget. Muhammad tahu urutan raja2 Israel seperti Saul, David, dan Salomo, tapi dia payah abizz dalam menerangkan urutan waktu munculnya tokoh seperti Elijah, Elisha, Job, Jonah, dan Enokh. Muhammad juga tidak tahu banyak tentang sejarah munculnya agama Kristen, kakek moyang Yesus dan para pengikut Yesus (hanya Yohanes Pembabtis saja yang disebutnya). Muhammad membandingkan Musa dengan Yesus, dan hal ini jelas menunjukkan bahwa dia mengira tak lama setelah Musa menerima Taurat dari surga, Yesus pun menerima buku ajaib serupa (Injil) dari surga. Kesalahpahaman ini tampak nyata pula pada saat dia tertukar dalam menyebut nama Maria ibunda Yesus dengan Miriam adik perempuan Musa dan Aaron. Hihihi… tobat, nabi palsu kurang modal.

Muhammad salah kaprah pula dalam mengisahkan waktu sejarah Salomo berkuasa sama dengan waktu nabi Noah masih hidup. Muhammad menyebutkan bahwa Noah berusia 950 tahun ketika bencana air bah terjadi (Q 29:14), padahal seharusnya usia Noah seluruhnya adalah 950 tahun (Kejadian 9:22). Muhammad juga bingung kapan saat Ham anak Noah melakukan dosa, yang dinyatakan di Kejadian 9:22 terjadi setelah bencana air bah. Tidak dijelaskan oleh Muhammad mengapa istri Noah dinyatakan sebagai orang berdosa. Dalam Qur’an juga terdapat kebingungan Muhammad yang jelas antara Saul dan Gideon. Silakan bandingkan Q 2:249 dengan Hakim2 7:5.
Q 2:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Hakim2 7:5
Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

PENCIPTAAN ADAMDalam Q 2:30-33 kita baca:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?”Mari kita telusuri dari mana asal kisah ini.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26)
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:5)
Apakah yang akan menjadi keistimewaannya? (tanya para malaikat pada Tuhan – Adadeh) Dia (Tuhan – Adadeh) menjawab bahwa hikmahNya jauh melebihi hikmah dirimu. Maka dibawaNya binatang ternak, binatang2, dan burung2 ke hadapan mereka (para malaikat – Adadeh) dan bertanya kepada mereka apa nama mereka, tapi para malaikat tidak tahu. Setelah manusia diciptakanNya, Dia membawa binatang2 itu ke hadapan manusia dan menanyakan nama2 binatang tersebut dan dia menjawab, ini adalah sapi, itu adalah keledai, ini adalah kuda, dan itu adalah unta. Tapi siapakah namaku? Aku sejadinya dipanggil sebagai tanah bumi, karena dari bumilah aku diciptakan (Midrash Rabbah di Leviticus, Parashah 19, dan Kejadian, Parashah 8; dan Sanhedrin 38).

Berbagai sura Qur’an juga menyatakan Allah memerintahkan para malaikat memberi hormat kepada Adam (7:10-26; 15:29-44; 18:50; 20:116). Semua malaikat tunduk dan memberi hormat kepada Adam kecuali Setan. Dan ini sama dengan yang tercantum dalam Midrash dari Rabbi Moses.

KAIN DAN HABIL

Gaya cerita Muhammad yang amburadul seringkali meninggalkan pesan utama yang tertulis dalam kitab suci Yahudi. Hal ini tampak jelas dalam kisah Kain dan Habil yang tercantum di Q 5:31,32
Q 5:31
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
Q 5:32
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Tidak tampak jelas hubungan antara Q 5:31 dengan Q 5:32 karena memang keterangan yang menghubungkannya telah dihilangkan. Hubungan ini baru jelas kalau kita membaca Mishna Sanhedrin 4:5 yang berbunyi:
Kita dapatkan dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap adiknya: suara tangisan darah adikmu. Di sini tidak dinyatakan darah sebagai hal yang tunggal, melainkan hal yang majemuk yakni darahnya sendiri dan darah benih keturunannya. Manusia diciptakan sebagai makhluk tunggal untuk menjelaskan padanya bahwa siapa yang membunuh seseorang, hal itu bagaikan membunuh seluruh keturunan manusia; tapi orang yang memelihara nyawa seseorang berarti memelihara seluruh keturunan manusia.

Tanpa penjelasan kata2 yang ditebalkan, maka sukar melihat hubungan antara Q 5:31 dan 5:32, sehingga pesannya jadi kabur dan tidak tajam.

Single Post Navigation

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: