KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Kisah Sekandal Muhamad dan Maria (Budak)

Tabaqat Ibn Sa’d, Vol 8, hal. 195

Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa Rasul SAW melakukan persetubuhan dg Mariyah di rumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (di belakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini di rumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, “Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku.” Hazrat (yg mulia) itu berkata, “Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.”

Tidak lama berselang, turun ayat dari Allah SWT untuk membatalkan sumpah Muhamad saw.

Q 66:1-2

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Status maria tetap budak (bukan istri) dan maria melahirkan anak laki-laki.

Ibrahim1.html

Sumber-sumber Islam tertua lainnya membenarkan riwayat di atas:
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim

Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi). Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim

Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?” Rasulullah lalu berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.” Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi menyenangkan hati istri-istrimu….”

Tafsir Maududi Q33:50 033-2.htm
Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah), Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad membebaskan dan menikahinya.

Dalam Alquran yang diterbitkan Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 H, Tafseer dan terjemahan ke dalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi, dijelaskan secara gamblang latar belakang dikarangnya ayat-ayat at-Tahrim tersebut:

Juga dilaporkan bahwa nabi telah membagi hari2nya diantara istri2nya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, disuruhnya Hafsa pergi ke rumah ayahnya Omar Khattab, dengan alasan ayahnya memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, nabi memanggil budak wanita Mariyah, orang Coptik yang (belakangan) melahirkan anaknya Ibrahim dan Mariyah adalah hadiah dari Najashi, lalu melakukan hubungan seks dengannya. Ketika Hafsa kembali, dia dapatkan pintu terkunci dari dalam. Dia duduk di depan pintu tsb sampai sang nabi selesai dengan ‘bisnis’nya dan keluar rumah dengan keringat bercucuran di wajahnya. Ketika Hafsa melihat dia dalam kondisi demikian dia menegurnya dan berkata kau tidak menghargai kehormatanku, kau kirim aku keluar rumah dengan alasan agar kau bisa meniduri budak wanita itu. Dan pada hari giliranku ini kau berhubungan seks dengan orang lain. Lalu nabi berkata, ‘diamlah meski dia itu budakku dan oleh karenanya halal bagiku, utk menyenangkanmu, Aku, saat ini, membuatnya jadi haram bagiku. Tapi Hafsa tidak menerima ini dan meminta nabi bersumpah demi Allah, nabi melakukannya. Ketika nabi keluar rumah Hafsah ketuk dinding yang memisahkan kamarnya dengan Aisha dan menceritakan semuanya.

Single Post Navigation

5 thoughts on “Kisah Sekandal Muhamad dan Maria (Budak)

  1. http://wormsinmyhead.wordpress.com/2012/07/28/perlukah/

    Jika ingin mengetahui indahnya Islam, belajarlah dari sumber yang benar (alim ulama), banyak kok sekarang buku-buku Islam yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia (Qur’an juga ada terjemahan), jangan mengambil dari website yang memang sengaja ditulis untuk menyerang Islam.

    Tetapi jika memang anda berniat menghina Islam, saya tidak akan menghalang-halangi.

    • Saya tidak menghina Islam, tapi mengambil sumber dari Islam itu sendiri. Saya pun sudah belajar dengan banyak para ulama. Adakah disini saya mengambil sumber yang salah? Quran, Hadist, tafsir Quran pun sudah dicantumkan.

  2. Emang difinisi sekandal mnrt anda apa mas.. kan udah jelas budak halal kok judul blognya bs seseru ini ??? sy jelaskan hmpir smua mufassir mncantumkan hadits yg redaksinya mirip dengan yang dalam asbabunnuzul imam sayuti dan taffsir ssadi itu tp smua mrka jg mnjelaskan kelemahan hadits itu dan menybutkan hadits sohih yang di sepakati yaitu terkait pengharaman madu yang beliau minum di tmpat zainab dst.. sooo bgmn dngn anda?

  3. Saya kasihan dengan Shohibul blog ini, Waktunya … fikirannya … dan energinya diperas dan dihabiskan untuk mencela, memfitnah dan menyebarkan berita “sampah” yang sama sekali murahan ini … saya heran, berapa anda dibayar untuk melakukan hal yg sia-sia ini ???
    Saya beritahu ente, Semua orang sudah tahu siapa Nabi Muhammad SAW, bahkan seorang Michael Hart pun mencantumkan nama beliau diatas 100 tokoh paling berpengaruh di dunia, bahkan diatas Nabi Isa AS (Yesus) sekalipun.
    So … silahkan ente teruskan semau ente …
    Toh … sebongkah emas murni yang dihujat, dicaci, dihina, ditertawakan dan di injak2 sekalipun akan tetap bernilai … alias Tidak Ngefeck gito loh …
    Kasihan … Kasihan … Kasihan …

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: