KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Pernyataan Islam Menghapuskan Perbudakan Dalam Quran

Ada tiga hal yang menjadi pertanyaan tentang pembebasan budak dalam Islam yang selalu menjadi kebanggaan muslim bahwa Islam menghapus perbudakan yang di contohkan Nabi Saw.

1. QS.4.92

Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ayat ini tidak menunjukkan itikad baik pembebasan budak. Akan tetapi mari kita lihat ada syarat-syarat tertentu dimana seorang budak dimerdekakan.

Syaratnya adalah: barangsiapa membunuh seorang mu’min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat.

2. QS.5.89


QS.5.89 Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

Ayat diatas juga tidak menjumpai itikad baik penghapusan perbudakan di ayat ini sebab penghapusan budak merupakan hukuman atas sebuah pelanggaran terhadap sumpah yang sengaja dilakukan muslim. Jadi, ayat ini tidak benar-benar diserukan agar budak-budak dibebaskan. Pembebasan budak merupakan hukuman akibat pelanggaran sumpah.

 

Dengan syarat: Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.

Mengapa harus menunggu seorang muslim melanggar sumpahnya sendiri baru membebaskan budak. Ini sangat aneh!

3. QS.58.3

Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Masih hal yang sama juga tidak melihat adanya itikad baik dari ayat ini untuk membebaskan seorang budak. Ayat ini pun merupakan pembebasan budak karena sebuah pelanggaran hukum zhihar. Dan sebelum dia mencabut kembali kata-katanya, maka isterinya haram baginya untuk digauli. Untuk mencabut kembali kata-kata zhihar itu adapun kaffarah atau denda dari zhihar ini yang menandakan seseorang mencabut kembali kata-katanya:
Pembebasan budak!

Dengan syarat: Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur.

Mengapa harus menunggu ada kasus pelanggaran zhihar agar budak dibebaskan?

Apakah Anda tidak merasa hal yang janggal dari aturan Allah SWT ini?  Dalam ayat ini budak dianggap sebagai keping-keping uang penghapus dosa yang harus dibayar pada Allah SWT.  Jikalau memang adalah untuk menghapus perbudakan,  jangan memperbudak tawanan perang. Kan sebenarnya mudah kalau memang punya niat baik untuk menerapkan penghapusan perbudakan?

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: