KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Animisme Dalam Syahadat Muslim

Membaca tafsir populer teks Quran yang mengacu pada malaikat, jin, iblis, takdir (nasib), serta banyak tradisi mengenai penciptaan jiwa serta perpindahannya, kita melihat bahwa dunia pemikiran Islam dan Animisme tidak berbeda. Bukan hanya dalam Islam populer: yakni dalam praktek magis/sihir (tinggi dan rendah), jimat (kalung), jimat untaian (gelang), benda-benda gaib, persegi sihir, pohon-pohon suci, dsbnya, namun juga dalam literatur suci Islam kita temukan diabadikannya kepercayaan dan praktek pagan. Pengakuan iman terpendek dari semua agama monoteis, yakni Kalimat (rukun iman) itu sendiri menjadi bagian dari magis, dan setidaknya dalam tiga dari enam bagian pernyataan kepercayaan ortodoks ini kita temukan ajaran dan interpretasi animisme:
1. Beriman pada Allah subhanahu wa taala.
2. Beriman pada malaikat.
3. Beriman pada kitab-kitab suci.
4. Beriman pada nabi-nabiNya.
5. Beriman pada hari kiamat.
6. Beriman pada takdir baik dan buruk/jahat.

Doktrin Allah, termasuk didalamnya penggunaan nama-nama dan atributNya untuk tujuan magis. Doktrin malaikat tidak hanya mencakup setan-setan namun juga ketakutan dan pemujaan terhadap jin, persis seperti dalam Paganisme. Kepercayaan akan kitab-kitab suci sbg wahyu di dalam Islam populer, hampir merendahkannya setara bibliomancy (penggunaan ayat2 Quran untuk tujuan magis/klenik) dan bibliolatry (pemujaan terhadap buku itu sendiri). Tidakkah para fellahin (petani) Mesir mengambil sumpah mereka diatas kitab al-Bukhari? Para Nabi, terutama Sulaiman dan Muhammad, melakukan hubungan dengan setan-setan dan jin. Menurut Quran dan tradisi, manusia diciptakan dengan ego ganda (double ego) atau dua jiwa (Qarina) persis seperti dalam mitologi pagan. Kepercayaan terkait hubungan antara tubuh dan jiwa setelah kematian, serta doktrin metempsychosis (peralihan jiwa ke tubuh lain setelah meninggal) menyerupai kepercayaan Animisme. Mereka percaya bagaimana roh meninggalkan tubuh; manfaat menguburkan dengan cepat; pengajuan pertanyaan oleh dua malaikat di kubur; kunjungan/ziarah ke kuburan serta penyajian persembahan di kuburan; semua ini bercampur dengan praktek pagan yang menemukan kesamaannya dalam Animisme. Akhirnya keseluruhan eskatologi Islam adalah campuran yang aneh antara Yudaisme, Kristen dan Paganisme.

hd_tali.htm

Talisman.jpg

Talisman of a magic square and patterns to enable a woman to control her husband

Beberapa praktek yang didasarkan pada pengakuan iman ini akan kita ulas lagi nanti; disini kita batasi pembahasan kita pada penggunaan Quran, pengakuan iman dan tasbih dengan cara yang dikutuk oleh pengakuan iman itu sendiri: ‘Tidak ada tuhan selain Allah’ – namun bukuNya, nama-namaNya, atribut dasarNya digunakan sebagai jimat-jimat melawan setan dan jin atau sebagai benda gaib yang mendapat penghormatan seakan mereka itu sang pencipta itu sendiri. Setiap misionaris paham bahwa benda Quran itu sendiri dalam Islam populer dipercaya sebagai benda yang memiliki kekuatan gaib. Bukan hanya karena buku ini punya asal-usul abadi dan digunakan untuk tujuan mistis, namun hanya orang-orang yang suci secara ritual boleh menyentuhnya. Surat-surat tertentu memiliki nilai khusus untuk melawan roh-roh jahat. Hal ini terkait dengan Tradisi, misalnya bahwa ‘barangsiapa membaca surah 105 dan surah 94 Quran saat sholat subuh tidak akan pernah sakit gigi!’ Inilah salah satu alasan mengapa kedua surah ini, yakni surat ke-105 ‘Gajah’ dan surat ke-94 ‘Bukankah Telah Kami Lapangkan’ hampir secara universal dipakai untuk sholat subuh.

Pada upacara pemakaman mereka selalu membaca surat ‘Ya-Sin’; dan kemudian karena takut akan jin dan roh, juga membaca surat ‘Jin.’ Orang hanya perlu membaca surat terakhir tersebut disertai tafsirnya untuk melihat betapa pentingnya doktrin tersebut dalam Islam populer. Dikatakan bahwa obat untuk sakit kepala adalah ayat ke-13 dari surat yang disebut ‘Al-An’am’ atau ‘Sapi’ yang berbunyi, ‘His is whatsoever dwells in the night or in the day: He both hears and knows’ ‘Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’ Terhadap perampok di malam hari, dengan membaca surat ‘At-Taubah’ (Pengampunan), dst..dst.1. Tidak ada agama yang sedemikian banyak menggunakan kitab sucinya dengan cara magis seperti Islam. Kita bukan hanya menemukan bibliolatry, namun juga bibliomancy. Ini mungkin didasarkan pada Yudaisme. Kita ketahui bahwa Yahudi menggunakan Taurat untuk tujuan proteksi dan dengan cara magis sebagaimana Islam. Ketika seseorang sakit berat, Pentateukh dibuka, dan nama pertama yang terbaca ditambahkan ke nama pasien untuk mengalihkan sasaran roh jahat. 2

A Persian-Koran Amulet
The famous verse used against the evil-eye is in the center (68:51-52);
the Throne or kursi verse (2:256) is on the margins;
the four declarations, chahar ‘qawl (suras 109, 112, 113, and 114)
are in the marginal corners and inside circles;
and ‘Ali is pictured with his sword, dhu’l-faqar, at the top.

Terjemahan: ayat terkenal yang digunakan lawan santet (mata setan) ada di pusat; ayat kursi ada pada tepi dan keempat surat (109 dsb) ada pada tepi2 dan didalam lingkaran; dan Ali digambarkan dengan pedangnya, zulfikar, diatas.
chapt2.htm

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: