KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Nama Allah Dalam Bible

Semua ahli teologia, tentu tahu, bahwa di dalam bahasa aslinya Bibel (berbahasa Yunani/Ibrani) tidak terdapat istilah “Allah”. Lalu bagaimanakah riwayatnya kok istilah “Allah” itu masuk ke dalam Bibel berbahasa Indonesia?

Baiklah, berbicara sedikit tentang sejarah. Al-Quran jelas mencatat bahwa istilah “Allah” adalah nama pribadi Sesembahan Quraish Jahiliyah (leluhur Muhammad). Dalam Alquran Surat An-Najm (53) ayat 19-20 dapat dibaca bahwa Allah memiliki tiga anak perempuan: Al Uzza, Al Latta, dan Manah. Nah, “Allah” yang berasal dari Quraish penyembah berhala ini yang dipakai di dalam Alquran, juga dalam kalimat Syahadat (pengakuan iman Muslim).

Anggapan bahwa “Allah” adalah Yang Maha Tinggi dirasakan sah, karena Muhammad telah membasmi 359 berhala (dari total 360 berhala) dari Kaabah. Satu Batu Hitam (Hajarul Aswad) disisakan oleh Muhammad, dianggap mewakili Yang Maha Tinggi. Batu Hitam inilah yang diciumi oleh setiap orang calon haji, seraya mengucapkan: “Ya Allah, aku datang kepadamu!” Semakin sah-lah “Allah”, yang cacat-watak, dilantik menjadi Yang Maha Tinggi dalam ke-Islam-an.

Dr. Latuihamallo (pejabat Lembaga Alkitab Indonesia – LAI) menyampaikan di dalam paparannya pada 5 Juni 2001 di Bandung, dalam Sarasehan Terjemahan Alkitab mengenai kata “Tuhan” dan “Allah”:

      M. Leydecker (1645-1701) dan H.G. Klinkert (1829-1913), mengenai transkripsi nama-nama mengikuti

    bentuk Arab

      sebagaimana muncul dalam Alquran, umpamanya Allah, Isa Almasih, dll….

    Penerjemahan Bibel ini, mengalami perbaikan dari edisi ke edisi, sehingga pada Alkitab LAI yang terakhir, sudah hilang sebutan: “mesjid”, “kaabah”, “assalamualaikum”, Yahya”, “Isa Almasih”. Tetapi nama “Allah” tetap “perkasa” bertahan di sana. Tertawa sukacitalah Sesembahan Quraish yang cacat-watak itu.

    Setelah masuk ke dalam Bibel, sah-lah “Allah” dimuliakan di tengah-tengah kekristenan Indonesia. “Allah” dianggap selaku Bapa Surgawi (tidak pernah diajarkan oleh Yesus), lalu nama Allah digunakan untuk membaptis, juga untuk mengesahkan pernikahan, bahkan untuk mentahbiskan kependetaan sebagian pendeta, sampai kepada mentahbiskan gedung Gereja! Iblis tertawa untuk keberhasilan sihirnya; Roh Tuhan Yang Maha Tinggi berdukacita oleh kebebalan umatNya.

    Sekarang, setelah mengerti fakta dan kebenaran yang disajikan, jika Saudara mengaku memeluk monoteisme, cukup satu saja (nama) Sesembahan saudara. Pilihlah: TUHAN atau “Allah SWT”?

    Buat saya pribadi, kata “Allah” ini karena sudah dialihbahasakan menjadi bahasa Indonesia (dibaca, “A-l-a”, bukan lagi “A-w-l-o-h”) maka umat Kristen tetap mempertahankan nama “Allah” ini juga tidak ada masalah, asal jangan dibaca Awloh, tetapi Ala.

    Awloh menunjuk kepada Iblis, berhala tertinggi sembahan Quraish Arab.
    Tetapi Ala menunjuk kepada nama TUHAN Semesta Alam dalam bahasa Indonesia. Seperti halnya orang Barat menyebut TUHAN dengan GOD, atau orang Yunani menyebut TUHAN dengan THEOS. Ingat! Segala bahasa adalah milik TUHAN. Bila kita terikat pada satu bahasa saja, misal nama Tuhan yang kita sebut itu adalah nama dari bahasa bangsa lain, maka itu artinya Tuhan yang kita sembah bukan TUHAN SEMESTA ALAM, melainkan tuhan lokal, tuhan yg tidak mengerti bahasa lain kecuali bahasanya sendiri, seperti Awloh (alias ALLAH SWT atau Awloh) yang cuma mengerti bahasa Arab saja.

    Salam.

    Single Post Navigation

    4 thoughts on “Nama Allah Dalam Bible

    1. Dialah Allah SWT Raab semesta alam yang mengenalkan nama-Nya dalam Al Quran..

      Dialah Tuhan yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
      Dialah Allah yang menyuruh seorang anak berbakti kepada kedua orangtuanya..
      Dialah Allah yang menyuruh pedagang tidak curang (pada timbangannya)..
      Dialah Allah yang melarang berbuat ghibah (membuka aib orang lain) dan fitnah (kata-kata dusta)..

      Dialah Allah yang menyuruh bersedekah kepada seluruh makhluq..
      Dialah Allah yang menyuruh tidak memakan harta anak Yatim..
      Dialah Allah yang menyuruh bersedekah..
      Dialah Allah yang menyuruh memberikan makan orang miskin..
      Dialah Allah yang menyampaikan bahwa langit dapat ditembus…
      Dialah Allah yang Tidak Ada Tuhan Selain Dia..

      Maha suci Allah dari apa yang lagilagi81 tulis. :)

    2. maka adakah kamu nampak bahawa “Al-Laat” dan “Al-Uzza” – Serta “Manaat” yang ketiga, yang bertaraf rendah lagi hina itu? Patutkah kamu membahagi untuk diri kamu sendiri anak lelaki, dan untuk Allah anak perempuan? Pembahagian yang demikian, sudah tentu suatu pembahagian yang tidak adil. Benda-benda (berhala bernama “Al-Laat”, “Al-Uzza” dan “Manaat”) yang kamu sembah itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan datuk nenek kamu menamakannya. Allah tidak sekali-kali menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya. Mereka yang berbuat demikian, tidak menurut melainkan sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsunya. Padahal demi sesungguhnya telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.

      (Qur’an 53:19-23)

      Islam hanya menyembah Tuhan yang satu iaitu Allah Subhanahu wa ta’ala. Agama kamu memang diajar untuk membuat fitnah sahaja tidak hairan cara kamu mendapat iman dengan memfitnah agama lain :) takut pada kebenaran Qur’an?

    3. nama Allah sudah wujud dalam kitab taurat lagi tapi telah diubah-ubah, pembawaan Nabi Isa a.s bagi memperbetulkan Kitab Taurat yg dimiliki kaum Israel. Tuhan, God, dan bahasa arab Rabb sama maksud. tetapi jika menunjukkan kata nama tertuju kepada 1 sahaja Allah. Allah adalah nama Tuhan sebenar, tiada tuhan lain sebelum Allah dan tiada tuhan lain selepas Allah. contoh bagi maksud orang dan manusia adalah umum dan apabila mempunya nama ia tertuju kepada satu “Ahamad” bermakna ia bukan lagi umum dan menunjukan seseorang. Bible telah dedapati banyak kesalah dan percangahan dan telah korup seperti kitab yahudi yang diperbetulkan oleh Nabi Isa a.s dan sekarang kitab Injil diperbetulkan semula dengan Kitab Al-Qur’an. Sekian terima kasih

    4. Akan tiba masanya buat penulis blog ini, merasakan penyesalan yang teramat sangat, jika tidak di dunia, pasti di akhirat kelak. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada penulis blog ini, supaya penyesalan di kemudian hari tidak anda rasakan.

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: