KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Benarkah Taurat dan Injil Dipalsukan?

Saya Ajak Muslim Bermain Logika

1. Menjawab Claim Muslim, TAURAT dan INJIL dipalsukan
2. Menjawab Claim Muslim, AL-Quran MENGGANTIKAN Taurat dan Bible

Al-Quran menyatakan Injil dan TAURAT jaman itu adalah benar adanya… BAGAIMANA MUNGKIN TIDAK ADA MUSLIM YANG MENYIMPAN DOKUMEN ASLINYA?

Penjelasan:

Didalam Quran sendiri di tulis kalo INJIL dan TAURAT merupakan KEBENARAN.

Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil (Surah-Ali ‘Imran 3:3)

MEMBENARKAN tidak sama dengan MENGGANTI??
claim muslim selama ini Al-quran menggantikan Injil dan Taurat
logic please…

INJIL dan TAURAT “yang asli” merupakan KEBENARAN yang tidak dapat dijaga oleh umat ISLAM, karena membiarkan nasrani “mengubah2” (claim muslim-red) isinya, dan MUSLIM tidak punya INJIL dan TAURAT “yang asli”

Quran menyatakan INJIL dan TAURAT “yang asli” sebagai KEBENARAN, tetapi MUSLIM tidak punya…

Artinya:
– Muslim tidak menghargai INJIL “yang asli”
– Muslim tidak menghargai TAURAT “yang asli”
– Muslim tidak menghargai AL-QURAN yang menyatakan INJIL dan TAURAT asli itu sebagai KEBENARAN
– Muslim tidak menghargai Muhammad yang “katanya” menerima wahyu
– Muslim tidak menghargai “ALLAH SWT” yang “katanya” menurunkan AL-quran

Nih saya bantuin urutan logikanya…

Premis 1 :Quran menyatakan INJIL dan TAURAT “asli” sebagai kebenaran
premis 2 :Muslim tidak menjaga ke-ASLI-an INJIL dan TAURAT
premis 3 :Muslim tidak punya INJIL dan TAURAT yang asli

Konklusi :MUSLIM tidak menghargai TAURAT, INJIL, dan Quran itu sendiri yang menyatakan kebenaran KITAB2 terdahulu..

Nah sekarang pake analogi

Seorang Ahli Komputer, Mengajar murid2nya di tempat les
Murid2nya nanya, “guru, buku apakah yang bisa kami gunakan untuk belajar?”. trus si guru menjawab, “Taurat dan Injil adalah buku komputer yang BENAR”.

logika behind this simple story…

JIKA guru itu MEMANG AHLI dan SEANDAINYA Taurat dan Injil itu SUDAH DIPALSUKAN, maka dia TIDAK akan MEREKOMENDASIKAN Taurat dan Injil.
MAKA seharusnya sang guru akan bilang begini, “JANGAN kamu baca Taurat dan INJIL karena sudah dipalsukan, lebih baik baca AL-quran yang menggantikan buku2 tsb”

TAPI KENYATAANNYA sang guru masih merekomendasikan TAURAT DAN INJIL..

Guru = Muhammad/ALLAH SWT – Tergantung siapa yang menulis Al-quran
Murid = Muslim

KESIMPULAN PENDUKUNG:
1. Al-quran membenarkan Taurat dan Injil “asli”, tidak menggantikan
2. Taurat dan Injil adalah kebenaran dari ALLAH SWT yang HARUS dijaga muslim

KESIMPULAN AKHIR:
1. gurunya bodoh, atau guru PALSU.. (Muhammad/Allah swt – tergantung siapa yang nulis kitab)
2. Taurat dan Injil tidak dipalsukan
3. Al-quran salah

Jika kesimpulan 1,2 dan 3 tidak ada yang benar maka…

4. Muslim BERSALAH karena tidak menjaga KEASLIAN Taurat dan Injil yang dinyatakan QURAN sebagai kebenaran ALLOH
5. ALLOH tidak berdaya mempertahankan Taurat dan Injil ASLI dari pemalsuan yang “katanya” dilakukan oleh Nasrani.

Single Post Navigation

8 thoughts on “Benarkah Taurat dan Injil Dipalsukan?

  1. ALLAHUAKBAR

    allah maha besar

    BUKTI KEBENARAN AL-QURAN : KITAB AL-QURAN TERJAGA KEASLIANNYA
    By Islamic Motivation
    KITAB AL-QURAN TERJAGA KEASLIANNYA

    Firman ALLAH SWT :

    Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. (Qur’an Surat Al-An’am ayat 115)

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Qur’an Surat Al-Hijr ayat 9)

    Dalam ayat diatas merupakan janji ALLAH untuk menjaga keaslian Al-Quran, dan terbukti diseluruh belahan dunia AL-Quran telah tersebar dalam berbagai media cetak dan elektronik dan terbukti tak ada satu huruf pun yang berbeda antara musyaf Al-Quran yang ada di Indonesia dengan musyaf yang ada di amerika, eropa dan negara lainnya.

    Adakah buku selain kitab suci AL-Quran yang isinya tetap sama (huruf, titik, koma) dan bertahan selama 1400 tahun tetap keasliannya???

    Bukti-bukti Keaslian Al-Qur’an

    Secara ilmiah, berbagai tudingan para orientalis dan misionaris yang menyerang otentisitas Al-Qur’an itu sudah terjawab buku monumental Prof Dr Muhammad Mus­thafa Al-A’zami The History of The Qur’anic Text, From Revelation to Compilation (edisi Indonesia: Sejarah Teks Al-Qur’an, Dari Wahyu Sampai Kompilasinya).

    secara teknis, faktor keaslian Al-Qur’an terjaga bukan oleh tulisan dan manuskrip, tapi oleh banyaknya intelektual penghafal Al-Qur’an sejak zaman Nabi hingga saat ini. Sudah tak terhitung berapa juta manusia yang hafal Al-Qur’an di luar kepala tanpa salah satu titik koma pun. Dengan banyaknya para penghafal Al-Qur’an di seluruh dunia, maka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berani ber­komentar:

    “Umat kita tidaklah sama dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang tidak mau menghafal kitab suci mereka. Bahkan seandai­nya seluruh mushaf itu ditiadakan, maka Al-Qur’an tetap tersimpan di hati kaum muslimin.”

    Bila dibandingkan secara objektif, maka ada tiga perbedaan mendasar antara sejarah Al-Qur’an dan Bibel:

    Pertama. Al-Qur’an ditulis oleh puluhan juru tulis wahyu langsung di bawah pengawasan Rasulullah SAW. Beliau mendoku­men­tasikan Al-Qur’an dalam bentuk tertulis sejak masa turunnya wahyu. Karenanya, beliau menugaskan puluhan shahabat sebagai penulis wahyu, antara lain: Abban bin Sa’id, Abu Ayyub Al-Ansari, Abu Umamah, Abu Bakar As-Siddiq, Abu Hudzaifah, Abu Sufyan, Abu Salamah, Abu Abbas, Ubayy bin Ka’ab, Al-Arqam, Usaid bin Al-Hudair, Khalid bin Sa’id, Khalid bin Al-Walid, Az-Zubair bin Al-‘Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Tsabit, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Umar bin Khatthab, ‘Amr ibn Al-’Ash, Mu’adz bin Jabal, Mu’awiyah, Yazid bin Abi Sufyan, dll.

    Saat wahyu turun, secara rutin Rasulullah me­­manggil para penulis yang ditugaskan agar mencatat ayat tersebut. Dalam hal penulisan ayat yang baru turun, Nabi memiliki kebiasaan untuk meminta penulis wahyu untuk membaca ulang ayat tersebut setelah menuliskannya. Menurut Zaid bin Tsabit, jika ada kesalahan dari penulisan maka beliau yang mem­betul­kannya, setelah selesai barulah Rasulullah membolehkan menyebarkan ayat tersebut.

    Sementara Bibel ditulis dalam waktu puluhan hingga ratusan tahun sepeninggal para nabi yang menerima wahyu dari Tuhan. Sementara kitab Perjanjian Lama disusun antara tahun 1.400 sampai 400 Sebelum Masehi, sedangkan Per­jan­jian Baru disusun antara tahun 50-100 Masehi. Ketidakhadiran para nabi dalam proses penulisan Bibel, menjadi peluang tersendiri terhadap pemalsuan (tahrif) terhadap kitab suci.

    Kedua. Al-Qur’an dihafal oleh para shahabat yang langsung belajar kepada Nabi Muhammad SAW, sedangkan Bibel sama sekali tidak dihafal oleh orang-orang yang mengimani­nya. Ketiadaan orang yang hafal Bibel, tentu­nya memperbesar peluang distorsi dan pemalsuan ayat.

    Ketiga. Proses pembukuan Al-Qur’an adalah penya­linan ayat-ayat yang mengacu pada tulisan dan hafalan yang ditulis dan dihafal langsung di hadapan Rasulullah SAW semasa hidup­nya. Sedangkan pembukuan Alkitab mengacu pada tulisan manuscript evidence dalam bentuk papyrus, scroll, dan sebagainya. Manuskrip-manuskrip ini pun penuh dengan masalah, sebagian tidak diketahui penulis­nya, sebagian lagi rusak dan tak terbaca.

    Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!

  2. hahaha

    dasar pemakan segala

  3. belajar metode deduksi dari mana om pemakan segala ?

  4. blog anda kritis sekali pemikirannya hanya saja saya ingin menanyakan beberapa hal dengan sopan yaa “anda agamanya apa ? ” “tulisan anda dilandaskan oleh kitab apa ? ” terima kasih kalau anda berkenan menjawab

  5. Benarkah Taurat dan Injil Dipalsukan? benar

    karena injil saat ini yg di pakai adalah donimasi injil kristus bkn injil kerajaan Allah ,itupun kalo org kristen tahu bedanya………….

  6. http://kristendalamfakta.blogspot.com/

    jika ingin melihat runyamnya ajaran kristen silahkan kesini………..

  7. Bertuhankan akal beginilah jadinya…

  8. xucinxgaronx on said:

    baca saja dan simpulkan sendiri

    Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. (Yeremia 8:8)

    Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita. (Yeremia 23:36)

    Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: “Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?” Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! (Yesaya 29:15-16)

    Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. (Qur’an Surat 4:46)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: