KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Sosok Allah Swt

 

1) ALLAH SWT adalah FIKTIF (sosok kayal ciptaan Muhammad)
2) ALLAH SWT adalah PRIBADI SETAN
3) ALLAH SWT adalah BERHALA (batu hitam hajar aswad)
4) ALLAH SWT adalah Muhammad itu sendiri (selaku pemerannya)

4 IDENTITAS ALLAH SWT dapat kita lihat dari diagram ilustrasi berikut:

1) ALLAH SWT adalah FIKTIF (sosok kayal ciptaan Muhammad)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:

        1) Tidak sudi mempercayakan keselamatan dirinya kepada Allah swt

 

 

      2) Lebih percaya kekuatan manusia (orang-orang Anshar/Jihadis) ketimbang mempercayakan dirinya kepada allah swt

 
Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

      Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 400-401
      Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara. Beliau membaca Al-Qur’an, mengajak mereka kepada agama Allah dan mengharapkan keislaman mereka. Setelah itu, beliau bersabda, ‘Aku membait kalian agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi anak-istri kalian.’
      Al-Barra’ bin Ma’rur memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian ia berkata, ‘Ya, demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, kami pasti melindungimu sebagaimana kami melindungi anak-istri kami. Baiatlah kami wahai Rasulullah! Demi Allah, kami ahli perang dan ahli senjata. Itu kami wariskan dari satu generasi kepada generasi lainnya.’
      Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 43-44
    Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Rasulullah SAW dikepung orang-orang Quraisy, beliau berkata, ‘Siapa orang yang siap mengorbankan nyawa untukku?’

Penjelasan:

      Kita bisa tahu alasannya, kenapa Muhammad tidak percaya pada awlohnya, dan lebih percaya pada manusia.
      Itu ibaratnya seorang pengarang tokoh fiksi Superman tak mungkin sewaktu mengalami bahaya dia teriak-teriak, “Superman, tolong aku!”

 

      Walaupun dia bisa mengarang tokoh Superman, tapi sewaktu dia mengalami bahaya dia akan teriak-teriak pada manusia, bukan pada tokoh fiksi ciptaannya itu.
      Muhammad, walaupun di saat-saat tenang dia bisa berkata dengan lantang: “Awloh maha perkasa, awloh maha kuat, awloh maha melindungi.”

 

      Tapi di saat-saat genting dan terancam bahaya, Muhammad tidak berteriak kepada awlohnya, tapi berteriak kepada manusia.
      Kalau kita berteriak kepada manusia, itu bisa dimaklumi karena kita bukan nabi yang tidak ada kedekatan dengan Sang Tuhan.

 

      Muhammad khan ngakunya “nabi”, dia sudah mengalami hubungan luar biasa dengan tuhannya, suatu pergumulan yang nyata penuh kuasa ilahi, yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa seperti kita. Namun di saat-saat dia mengalami kegentingan, sikapnya kepada Allahnya itu menunjukkan kalau dia tak ubahnya seperti kita (manusia biasa, bukan nabi), dan sosok yang diklaimnya tuhan itu hanyalah sosok rekaan ciptaannya sendiri sehingga tak mungkin dia mengandalkannya.

2) AWLOH adalah PRIBADI IBLIS (sosok yg meng-inspirasi Muhammad)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:

      1) Mengancam Allah tidak akan disembah, bila allah swt tak memberinya kemenangan (sebagai isyarat bagi kita kalau allah swt GILA SEMBAH)

 

    2) Melarang pengikutnya berdoa menatap langit (Simbol Takhta Tuhan), dan menganjurkan pengikutnya berdoa ke arah Kabah (di bumi, simbol tempat tinggal Iblis)

Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

      Sahih Muslim Jilid 3, 4360

 

      “Ya Allah, capailah untuk aku apa yang Engkau telah menjanjikan aku ! Ya Allah, bawalah apa yang Engkau telah janjikan dulu, Ya Allah! Jika kumpulan Muslim yang kecil ini terhapus, Engkau tidak akan disembah di Bumi ini.”
      Sahih Bukhari Vol 9, Book 93. Oneness, Uniqueness Of Allah (Tawheed). Hadith 579.

 

      Diriwayatkan oleh Abu Dharr : Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), “Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?” Dia menjawab, ” (Ya), “Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah.”
      Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0862

 

      Jabir bin samura melaporkan:Rasul berkata : Orang2 yang memandang ke langit di saat berdoa diharuskan menghindari itu atau mereka kehilangan penglihatannya
      QS 2:144

 

      Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
      QS 2:150

 

      Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
      Hadits riwayat Ibnu Majah

 

    Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka’bah.

3) AWLOH adalah BERHALA (batu hitam hajar aswad)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:

      1) Dia memperkenalkan tuhan yang tauhid, yaitu tuhan yang sendirian yang tidak boleh dipersekutukan atau diperserikatkan bersama berhala-berhala (tuhan-tuhan lain)

 

      2) Pada waktu dia merebut Mekkah dari Quraish, dia membersihkan Kabah, 360 berhala dihancurkan dan menyisakan 1 berhala, yaitu hajar aswad.

 

    3) Sebelum Muhammad mengaku rasul, dia sudah mengkeramatkan batu hitam hajar aswad. Jadi batu itu bukanlah batu biasa.

Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 162-163

Konflik Orang-orang Quraisy dalam Peletakan Hajar Aswad

lbnu Ishaq berkata, “Semua kabilah di Quraisy mengumpulkan batu-batu untuk pembangunan Ka’bah. Setiap kabilah mengumpulkan batu sendiri-sendiri, kemudian mereka membangun Ka’bah. Ketika pembangunan memasuki tahap peletakan Hajar Aswad, mereka bertengkar. Setiap kabilah ingin mengangkat Hajar Aswad ke tempatnya tanpa melibatkan kabilah lainnya. Itulah yang terjadi hingga mereka berdebat, saling sumpah, dan bersiap-siap untuk perang. Bani Abduddaar mendatangkan mangkok yang penuh dengan darah, kemudian mereka bersekutu dengan Bani Adi bin Ka’ab bin Luai untuk mati bersama dan memasukkan tangan mereka ke dalam mangkok darah tersebut. Oleh karena itu, mereka dinamakan La aqatu Ad-Dami (sesendok darah). Orang-orang Quraisy selama empat atau lima malam dalam kondisi seperti itu.”

Penyelesaian Konflik

lbnu Ishaq berkata, “Kemudian mereka bertemu di Masjidil Haram untuk berunding. Sebagian perawi mengaku bahwa Abu Umaiyyah bin Al-Mughirah bin Umar bin Makhzum, orang tertua di kalangan Quraisy berkata, ‘Hai orang-orang Quraisy, serahkan penyelesaian konflik kalian ini kepada orang yang pertama kali masuk ke dalam masjid.’ Mereka menuruti perintah Abu Umaiyyah bin Al-Mughirah, dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam masjid. Ketika mereka melihat Rasulullah Shaliallahu Alaihi wa Sallam sudah berada di dalam Masjid, mereka berkata, ‘Kami ridha terhadap orang yang terpercaya ini, Muhammad.’ Ketika beliau bertemu dengan mereka, maka diceritakan kepada beliau, kemudian beliau berkata, ‘Serahkan kain Ka’bah kepadaku.’ Kain Ka’bah diberikan kepada beliau. Rasulullah mengambil Hajar Aswad yang diperebutkan, kemudian meletakkannya ke dalam kain dengan tangannya sendiri dan berkata, ‘Hendaklah setiap kepala kabilah memegang ujung kain, kemudian mengangkat kain tersebut bersama-sama.’ Mereka menuruti perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ketika mereka tiba di tempat Hajar Aswad, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengambil Hajar Aswad dari kain tersebut kemudian meletakkannya di tempatnya. Sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menerima wahyu, orang-orang Quraisy menamakan beliau Al Amin (orang yang terpercaya).”

Hadis Sahih Muslim 1190
“Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau mencium.”

Hadis Sahih Muslim 1150
Sebelum mencium Hajar Aswad itu, Muhammad mengucapkan: “Labbaik allahuma labbaik” yang berarti :
“Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu.”

Hasan: Irwa-ul Ghalil IV:312 dan al-Bazzar II:23 no:1114
Dari Ibnu Umar r.a. berkata, saya pernah melihat Umar bin Khattab r.a. mencium hajar aswad dan sujud diatasnya, kemudian kembali lagi mencium (lagi) dan sujud (lagi) diatasnya. Kemudian dia berkata, “Begitulah saya melihat Rasulullah saw. (berbuat).”

MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:
Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.

Hadits riwayat Ibnu Majah
Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka’bah (=tempat di mana hajar aswad berada).

Hadits Tirmizi
Batu Hitam Hajar Aswad adalah sebagai tempat berdoa yang mustajab…

Hadits Shahih Bukhari no. 1187
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. katanya: “Nabi SAW memasuki kota Mekkah, sedang di waktu itu di keliling Ka’bah terdapat tiga ratus enam puluh berhala.”

 

 

 

4) AWLOH adalah MUHAMMAD ITU SENDIRI (selaku AKTOR PEMERANNYA)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:

      1) Menolong Muhammad = Menolong Awloh

 

      2) Ayat-ayat keluar dari mulutnya setelah Muhammad mendapat ide atau masukan dari sahabatnya

 

      3) Ayat-ayat keluar dari mulutnya di saat Muhammad membutuhkannya untuk keperluannya sendiri

 

    4) Muhammad tahu awloh tak bisa memberi jawab atas 3 pertanyaan Quraish pada hari yang sama, sehingga dia menjanjikan “BESOK”

Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

      Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 halaman 623-624
      Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma’ binti Marwan di atas, beliau bersabda, ‘Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?’ Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma’ binti Marwan dan membunuhnya. Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.’
      Sahih Al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 313:

 

      Diceritakan oleh Umar bin Khattab: Aku berkata, “Oh Rasul Allah! Orang-orang alim dan orang-orang mata keranjang ada di sekitarmu, jadi sebaiknya aku sarankan bahwa engkau memerintahkan istri-istrimu untuk memakai kerudung.” Kemudian Allah menurunkan ayat tentang hijab (=pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita kecuali mata)
      Buku Sebab Turunnya Ayat Alquran oleh Jalaludin As-Suyuti, halaman 466-467:
        QS 33:59

 

        Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
        Sebab turunnya ayat

 

        Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah, “Setelah turunnya perintah berhijab, suatu ketika Sau’dah (salah seorang istri Rasulullah) keluar untuk membuang hajat. Sau’dah adalah seorang wanita berbadan besar sehingga akan langsung dikenali jika berpapasan dengan orang yang telah mengenalnya. Di tengah jalan, Umar melihatnya. Umar lalu berkata, ‘Wahai Sau’dah, kami sungguh masih dapat mengenali engkau. Oleh karena itu, pertimbangkanlah kembali bagaimana cara engkau keluar!’
        Mendengar ucapan Umar itu, Sau’dah langsung berbalik pulang dengan cepat. Pada saat itu, Rasulullah tengah makan malam di rumah saya dan di tangan beliau tengah tergenggam minuman. Ketika masuk ke rumah, Sau’dah langsung berkata, ‘Wahai Rasulullah, baru saja saya keluar untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, Umar lalu berkata begini dan begini kepada saya.’Tiba-tiba turun wahyu kepada Rasulullah. Ketika wahyu selesai dan beliau kembali ke kondisi semula, minuman yang ketika itu beliau pegang masih tetap berada di tangannya. Rasulullah lalu berkata, ‘Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk menunaikan hajat kalian.” (Shahih Bukhari, kitab at-Tafsiir, hadits nomor 4795).
        Ibnu Sa’d, dalam kitab ath-Thabaqaat, meriwayatkan dari Abu Malik yang berkata, “Para istri Rasulullah biasa keluar di malam hari untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, beberapa orang munafik kemudian mengganggu mereka di perjalanan sehingga mereka merasa tidak nyaman. Ketika hal tersebut dilaporkan (kepada Rasulullah), beliau lantas menegur orang-orang tersebut. Akan tetapi, mereka balik berkata, ‘Sesungguhnya kami hanya melakukannya dengan isyarat tangan (menunjuk-nunjuk dengan jari).’ Setelah kejadian itu, turunlah ayat ini.” Ibnu Sa’ad juga meriwayatkan hal serupa dari al-Hasan dan Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi.

 

      Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 507

 

      Ibnu Ishaq berkata, Rafi’ bin Harimalah dan Wahb bin Zaid berkata kepada Rasulullah SAW, “Hai Muhammad, datanglah kepada kami dengan membawa kitab yang engkau turunkan kepada kami dari langit sehingga kami bisa membacanya, alirkan untuk kami sungai, niscaya kami mengikutimu dan membenarkanmu.” Allah Ta’ala menurunkan ayat tentang ucapan Rafi’ bin Harimalah dan Wahb bin Zaid, Surat Al-Baqarah ayat 108: “Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus”
      Buku Sebab Turunnya Ayat Alquran oleh Jalaludin As-Suyuti, halaman 461-462

 

      Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, “Pada hari Rasulullah menikahi Zainab binti Jahsy, beliau mengundang orang-orang menghadiri jamuan di rumah beliau. Setelah orang-orang tersebut selesai makan, mereka lantas tetap duduk di tempatnya sambil bercakap-cakap.”Rasulullah lantas pura-pura berdiri (agar orang-orang yang hadir itu pun ikut berdiri). Melihat tindakan Rasulullah tersebut, sebagian hadirin tersebut lantas ikut berdiri. Akan tetapi, tiga orang dari mereka tetap duduk di tempat dan baru keluar beberapa saat kemudian. Setelah semuanya keluar, saya lalu mendatangi Rasulullah untuk mengabarkan hal tersebut. Rasulullah lantas datang dan masuk ke rumah. Saya pun ikut masuk ke dalam. Akan tetapi, Rasulullah langsung menurunkan tirai yang menghalangi antara saya dan beliau.Allah lantas menurunkan ayat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (Al-Ahzab: 53)
      Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 254-255
        Usulan Orang-orang Yahudi
        Ibnu Ishaq berkata, “Rahib-rahib Yahudi berkata kepada kedua utusan Quraisy, `Tanyakan tiga hal kepada sahabatmu. Jika ia mampu menjawab ketiga hal tersebut, ia seorang Nabi yang diutus. Jika ia tidak bisa menjawabnya, maka ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian tentang dia. Tanyakan kepadanya perihal pemuda-pemuda yang meninggal pada periode pertama dan bagaimana informasi tentang mereka? Karena mereka mempunyai informasi yang menarik. Kemudian tanyakan kepadanya perihal seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat; bagaimana kisahnya? Kemudian tanyakan kepadanya perihal roh; apakah roh itu? Jika sahabatmu bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut, ia seorang Nabi dan kalian harus mengikutinya. Jika ia tidak bisa menjawabnya, berarti ia berkata bohong dan silahkan kerjakan apa yang kalian inginkan terhadap dia’.”
        Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
        Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian An-Nadhr bin AI-Harits dan Uqbah bin Abu Mu’aith bin Abu Amr bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai pulang ke Makkah. Ketika keduanya bertemu kembali dengan orang-orang Quraisy, keduanya berkata kepada mereka, `Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kami datang kepada kalian dengan membawa kata pamungkas persoalan kita dengan Muhammad. Rahib-rahib Yahudi menyuruh kita menanyakan tiga hal kepada Muhammad. Jika ia bisa menjawabnya, ia betul-betul seorang Nabi. Jika ia tidak bisa menjawabnya, ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian terhadapnya.’
          Kemudian mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, `Hai Muhammad, terangkan kepada kami tentang anak-anak muda yang meninggal dunia pada periode pertama, karena mereka mempunyai kisah yang menarik, kisah seorang pengembara yang menjelajahi dunia timur dan barat, dan juga tentang roh?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Semua pertanyaan kalian aku jawab besok pagi.’ Beliau mengatakan begitu tanpa mengatakan insya Allah. Setelah itu, mereka berpaling dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Menurut banyak orang, selama lima belas malam Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam tidak mendapatkan wahyu dan Malaikat Jibril tidak datang kepada beliau, hingga membuat gusar penduduk Makkah. Mereka berkata, ‘Muhammad menjanjikan memberi jawaban atas pertanyaan kita besok pagi, dan waktu sudah berjalan lima belas malam, namun ia tidak memberi jawaban atas pertanyaan kita.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedih sekali, karena wahyu terputus dari beliau. Beliau terpukul dengan komentar orang-orang Quraisy terhadap dirinya. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau dari Allah Azza wa Jalla dengan membawa surat AI-Kahfi. Dalam surat tersebut, Allah mengecam kesedihan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam atas mereka, menjelaskan kepada beliau informasi seputar pertanyaan mereka; perihal pemuda-pemuda yang mereka maksud, sang pengembara, dan permasalahan roh.”

     

    49 thoughts on “Sosok Allah Swt

    1. kamu tuh melecehkan agama Islam, semua yg kamu tulis di blog ini tidak ada kebenarannya sama sekali, smua hanya bualan, omong kosong kamu doang.

      apakah itu yg Tuan Yesus ajarkan? Mencaci, menghina, membuat berita bohong.

      Nabi Isya tidak pernah mau di sebut Tuhan, bahkan beliau berkata, jika “aku masih hidup di jaman nabi Muhammad, maka aku akan mengabdi kepadanya (nabi Muhammad)”

      • maaf mas…dalil anda apa bicara seperti itu apa?
        apakah ada dalam Hadist?
        apakah ada dalam Sirah?
        apakah ada dalam Quran?
        apakah Isa mengenal Muhamad saw?
        tapi kalo Muhamad saw mungkin tau Isa/Yesus dari waraqa….

        • itu jawab dulu pertanyaan saya, bukannya malah balik bertanya..

          gak bisa jawab kan ???

          pake bicara hadits, sirah, Qur’an……….. hemm… apa yg kamu tau dari itu semua ?

          • Pertanyaan anda sungguh konyol..apakah itu yg “Tuan” Yesus ajarkan?

            Anda berpikir bahwa umat kristen dengan Yesus = budak dan majikan…

            Apakah pertanyaan anda harus saya jawab?
            Tidak pernah ada orang Kristen yang menganggap Yesus sebagai majikan mas bro.
            Ternyata anda kurang bermutu…
            Saran saya anda pelajari Islam lebih lagi.

            • Tidak pernah ada orang Kristen yang menganggap Yesus sebagai majikan mas bro.

              Tidak pernah ada orang didunia yang menganggap Yesus sebagai Tuhan mas bro.

              hanya org kristen aja yg anggap tuhan. padahal Paus di Patikan saja Anti Christ, lihat symbol altarnya, gambar Salib Terbalik.

              paus ini tangan kanan Anti Christ / Dajjal sang Masias Palsu. sadarlah.

              • Tolong mas anda kalo berargumen jangan dengan dalil yang kosong..bukti dan referensi anda sangat diperlukan.
                Apakah ada didunia ini selain Islam yang menganggap Muhamad Saw sebagai nabi, dan Allah SWT Tuhan semesta alam?
                Apakah ada selain Islam yang sujud menghadap hajjar aswat dalam ibadah mereka?

              • makanya baca, baca.. jangan setengah-setengah. pahami ! org lain udah pada bikin robot, eh sampeyan malah masih ngurusi yg nyata2 bullshit. mau aja di bohongi para pendeta kristen modern.

                pendeta yg di zaman nabi Isa hidup, mengimani bahwa Nabi Muhammad adalah nabi setelah nabi Isa, dan tau bahwa yg di salib adalah org lain yg wajahnya di serupakan dgn nabi Isa.

                sorry saya tidak bicara ttg yesus, krna tidak kenal dan tdk ada dalam silsilah para nabi dan rasul.

              • Maaf mas adakah bukti dan saksi bahwa muhamad saw seorang nabi yang di utus Tuhan?
                Nabi-nabi Yahudi terdahulu diutus Tuhan dan diangkat nabi banyak saksi dan bukti sejarahnya. Dan juga mampu bermukjizat.
                Anda mengatakan “pendeta yg di zaman nabi Isa hidup, mengimani bahwa Nabi Muhammad adalah nabi setelah nabi Isa” dari mana anda yakin?
                Yesus dan Muhamad terpaut sekitar 700 tahun bagaimana mereka (orang-orang di jaman Isa) bisa tahu dan kenal Muhamad?

                Adakah bukti dan saksi yang tahu bahwa yang disalib bukan Yesus?

              • Yesus dan Muhammad terpaut sekitar 700 tahun bagaimana mereka (orang-orang di jaman Isa) bisa tahu dan kenal Muhamad?
                ___________________________
                ya iya lah gak kenal, soale ga sempat ketemu. tapi kalo tau itu iya. karena murid2 setia Nabi isa diberi tau bahwa akan lahir nabi terakhir setelah beliau wafat, bernama Ahmad (Muhammad), makanya baca perjanjian lama & baru yg asli.
                _____________________________________

                Adakah bukti dan saksi yang tahu bahwa yang disalib bukan Yesus? Ada, tapi sayang pendeta yg melihat peristiwa itu keburu tutup usia. bahkan dia berkata ” aku percaya pada Tuhannya Nabi Isa “.

              • Jawaban anda sungguh ngawur…
                Tolong musnahkan dulu amarah dan kebencian anda kepada Kristen, sebelum anda menjawab.

              • Haah siapa? Siapa yg membenci dan marah, bukankah tulisa2 anda yg menyulut api Amarah ???

                saya hnya sedikit meluruskan bhwa apa yg anda tulis sama sekali tidak benar, dan mengandung api kebencian kepada kami Umat Muslim.

              • Haah siapa? Siapa yg membenci dan marah, bukankah tulisa2 anda yg menyulut api Amarah ???

                saya hnya sedikit meluruskan bhwa apa yg anda tulis sama sekali tidak benar, dan mengandung api kebencian kepada kami Umat Muslim.

                Bahwa sensitifitas dalam soal keagamaan yang mayoritas di Indonesia sedang dimanfaatkan oleh suatu kelompok orang untuk kepentingan entah apa.
                bisa anda yg memancing ?

                sorry bung, saya menjawab dg kepala dingin dan sabar dgn atas tuduhan dan tulisan yg anda buat. Sorry,,,

              • Cuma anda yang mengetahui…diri anda

              • oh begitu ya..
                kasian,,

              • Telah umum dalam pemahaman orang-orang Kristen bahwa Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum, yaitu : Tuhan Bapa (God the Father), Tuhan anak (Jesus the Christ) dan Tuhan Roh Kudus (The Holy Spirit); Dan ketiga-tiga oknum ini didalam keyakinan mereka merupakan sehakikat dan satu dalam kesatuannya.

                Adanya kehadiran Jesus yang disebut sebagai Tuhan anak (The Son of God) didalam salah satu unsur ke-Tuhanan Kristen, tidak hanya dipandang sebagai kiasan (metafora), namun lebih cenderung dalam arti yang sebenarnya. Oleh karena perkataan Tuhan anak disini digunakan dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan “Tuhan Bapa” disini seharusnya juga digunakan pula dalam arti “Bapa” yang sesungguhnya, sebab dengan demikian pemahaman ini menjadi benar.

                Namun hal ini akan menjadikan suatu hal yang mustahil untuk dapat diterima oleh akal sehat !

                Karena diri “anak” yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu zat dengan diri sang “Bapa” yang sesungguhnya dari sesuatu itu juga.

                Sebab pada ketika “zat” yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika itu juga “zat” yang satu ini disebut sebagai Bapa. Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa, tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai anak dari Bapa itu.

                Ketika zat yang satu ini kita sebut sebagai Bapa, maka dimanakah zat anak ?
                Tentunya kita semua sepakat bahwa kata apapun yang kita pakai dalam membicarakan Tuhan itu semata sebagai pengganti kata DIA (yaitu kata ganti yang tentu saja memang ada kata yang digantikannya, dan kata ZAT dalam konteks pembicaraan kita disini bukanlah kata zat yang dapat dibagi menjadi zat zair, padat dan gas.

                Oleh karena dunia Kristen memiliki konsep pluralitas Tuhan dalam satu zat, maka disini telah terjadi suatu dilema yang sukar dan untuk menjawab hal ini, mereka selalu melarikan diri pada jawaban : “Misteri Tuhan yang sulit diungkapkan.”

                Suatu pernyataan yang mencoba menutupi ketidak berdayaan penganut Kristen didalam memberikan pemahaman mengenai doktrin keTuhanan mereka yang bertentangan dengan akal sehat.

                Disatu sisi mereka memberikan kesaksian akan ke-Esaan dari Allah, namun pada sisi lain mereka juga dipaksa untuk menerima kehadiran unsur lain sebagai Tuhan selain Allah yang satu itu, logikanya adalah, jika disebut zat Tuhan Bapa lain dari zat Tuhan anak, maka akan nyata pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua (dualisme keTuhanan dan bukan Monotheisme).

                Begitu pula dengan masuknya unsur ketuhanan yang ketiga, yaitu Roh Kudus, sehingga semakin menambah oknum ketuhanan yang satu menjadi tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga mau tidak mau pengakuan tentang ke-Esaan Tuhan (prinsip Monotheisme) akan menjadi sirna.

                Khusus mengenai diri Tuhan Roh Kudus sendiri, didalam kitab Bible (di-Indonesia sering disebut al-kitab) kadangkala digambarkan sebagai api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan Tuhan Roh Kudus ini menurut kitab Perjanjian Lama (bagian awal dari al-Kitab) sudah seringkali hadir ditengah-tengah manusia, baik sebelum kelahiran Jesus, masa keberadaan Jesus ditengah para murid-muridnya hingga masa-masa setelah ketiadaan Jesus pasca penyaliban.

                Dan menghadapi hal ini, kembali kita sebutkan bahwa unsur Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda. Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu zat (satu kesatuan), maka ketika itu juga terjadilah zat Tuhan Bapa adalah zat Tuhan anak kemudian zat Tuhan anak dan zat Tuhan Bapa itu adalah juga zat dari Tuhan Roh Kudus.

                Pertanyaannya sekarang, sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ?
                Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai Tuhan anak, maka dimanakah Tuhan Bapa serta Tuhan Roh Kudus ? Oleh sebab itu haruslah disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang berbeda.

                Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum yang kedua adalah ‘keanakan’ dan ‘keBapaan’. Sedang anak bukan Bapa dan Bapa bukan anak !

                Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi.

                Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa ajaran Trinitas, bukanlah bersifat Monotheisme atau meng-Esakan Tuhan melainkan lebih condong kepada paham Polytheisme (sistem kepercayaan banyak Tuhan).

                Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.

                Kita dapati dari kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru (khususnya 4 Injil) sampai kepada kitab suci umat Islam yaitu al-Qur’an, tidak didapati konsep pluralitas ketuhanan sebagaimana yang ada pada dunia Kristen itu sendiri.

                Pada masanya, Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga, demikian pula dengan Abraham, Daud, Musa, dan nabi-nabi sebelum mereka sampai pada Jesus sendiri juga tidak pernah mengajarkan asas ke-Tritunggalan Tuhan, apalagi dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

                Lebih jauh lagi bila kita analisa konsep Trinitas ini menyebutkan bahwa oknum Tuhan yang pertama terbeda dengan Ke-Bapaan, karena itu ia disebut sebagai Tuhan Bapa (Dia dianggap sebagai Tuhan yang lebih tua), sementara oknum Tuhan kedua terbeda dengan Keanakan yang lahir menjadi manusia bernama Jesus dalam pengertian singkatnya bahwa Tuhan anak baru ada setelah adanya Tuhan Bapa, karena itu ia disebut sebagai sang anak.

                Hal yang paling menarik lagi adalah tentang oknum Tuhan ketiga yaitu Roh Kudus yang justru terbeda sifatnya dengan keluarnya bagian dirinya dari Tuhan Bapa dan Tuhan anak, sehingga Bapa bukan anak dan anak bukan pula Bapak atau Roh Kudus.

                Apabila sesuatu menjadi titik perbedaan sekaligus titik keistimewaan pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus juga ada pada zat oknum tersebut. Misalnya, satu oknum memiliki perbedaan dan keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi anak.

                Artinya zat itu adalah zat anak, sebab oknum tersebut tidak dapat terpisah daripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan keistimewaan itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Tuhan, karena zat keduanya hanya satu.

                Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain.

                Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin ada pada oknum Bapa.
                Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada zatnya.
                Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat Allah.
                Karena zat Bapa dengan zat Tuhan adalah satu (unity).

                Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat keistimewaan tersebut pada zat Tuhan dan tidak ada sifat keistimewaan itu pada zat Tuhan.

                Misalnya, Tuhan anak lahir menjadi manusia.
                Apabila Tuhan anak menjadi manusia, maka zat Tuhan Bapa harus menjadi manusia karena zat mereka satu (sesuai dengan prinsip Monotheisme). Namun kenyataannya menurut dunia kekristenan bahwa Tuhan Bapa tidak menjadi manusia. Dengan demikian berarti zat Tuhan Allah tidak menjadi manusia.

                Maka pada saat zat Tuhan Allah akan disebut menjadi manusia dan zat Tuhan Allah tidak menjadi manusia, maka ini menjadi dua yang bertentangan dan suatu konsep yang mustahil.

                Ajaran Trinitas yang mengakui adanya Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima secara baik hanya jika dunia Kristen mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan yang berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa Tuhan bukan Esa, melainkan tiga (Trialisme).

                Siapapun tidak akan menolak bahwa Tuhan bersifat abadi, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir, namun keberadaan Tuhan yang menjadi anak dan lahir dalam wujud manusia telah memupus keabadian sifat Tuhan didalam dunia Kristen, karena nyata ada Bapa dan ada anak alias telah ada Tuhan pertama yang lebih dulu ada yang disebut sebagai Tuhan tertinggi dan ada pula Tuhan yang baru ada setelah Tuhan yang pertama tadi ada.

                Akal manusia dapat membenarkan, jika Bapa dalam pengertian yang sebenarnya harus lebih dahulu ada daripada anaknya.

                Akal manusia akan membantah bahwa anak lebih dahulu daripada Bapa atau sang anak bersama-sama ada dengan Bapa, sebab bila demikian adanya tentu tidak akan muncul istilah Bapa maupun anak.

                Apabila Tuhan Bapa telah terpisah dengan Tuhan anak dari keabadiannya, maka Tuhan anak itu tidak dapat disebut ‘diperanakkan’ oleh Tuhan Bapa. sebab Tuhan Bapa dan Tuhan anak ketika itu sama-sama abadi, Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada yang lebih dahulu dan yang lebih kemudian hadirnya.

                Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian menunjukkan bahwa ia adanya terkemudian daripada Bapa. Karena sekali lagi, anak yang sebenarnya harus ada terkemudian daripada Bapa yang sebenarnya.

                Apabila antara Tuhan Bapa serta Tuhan anak telah terbeda dari kekekalan, maka Tuhan Roh Kudus pun telah terbeda pula dari kekekalannya masing-masing, mereka bukan satu kesatuan tetapi 3 unsur yang berbeda.

                Kenyataan ini justru didukung penuh oleh kitab Perjanjian Baru sendiri, bukti pertama bisa kita baca dalam Injil karangan Matius pasal 3 ayat 16 sampai 17 :

                “Sesudah dibaptis, Jesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia (Jesus) melihat Roh Allah seperti burung merpati hinggap ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari sorga (apakah sorga = langit? :-red) yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:16-17)

                Pada ayat diatas secara langsung kita melihat keberadaan 3 oknum dari zat Tuhan yang berbeda secara bersamaan, yaitu satu dalam wujud manusia bernama Jesus dengan status Tuhan anak, satu berwujud seperti burung merpati (yaitu Tuhan Roh Kudus) dan satunya lagi Tuhan Bapa sendiri yang berseru dari sorga dilangit yang sangat tinggi.

                Dengan berdasar bukti dari pemaparan Matius diatas, bagaimana bisa sampai dunia Kristen mempertahankan argumentasi paham Monotheisme didalam sistem ketuhanan mereka ?

                Bukti lainnya yang menunjukkan perbedaan antara masing-masing zat Tuhan didalam dunia Kristen yang semakin membuktikan keterpisahan antara Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lainnya dalam kemanunggalan mereka.

                “Maka kata Jesus sekali lagi: Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu !; dan sesudah berkata demikian, ia (Jesus) menghembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus” !.” (Johanes 20:21-22)

                Ayat Johanes diatas sebagaimana juga Matius pasal 3 ayat 16 dan 17, memaparkan mengenai keterbedaan zat Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus sehingga semakin jelas bahwa antara Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus tidak ada ikatan persatuan dan tidak dapat disebut Tuhan yang Esa, masing-masing Tuhan memiliki pribadinya sendiri, inilah sistem kepercayaan banyak Tuhan (Pluralisme ketuhanan) sebagaimana juga yang diyakini oleh orang-orang Yunani maupun Romawi tentang keragaman dewa-dewa mereka.

                Konsep ini sama dengan konsep 3 makhluk bernama manusia, ada si Amir sebagai Bapa, ada si Jhoni sebagai anak dan adapula si Robin, ketiganya berbeda pribadi namun tetap memiliki kesatuan, yaitu satu dalam wujud, sama-sama manusia, tetapi apakah ketiganya sama ? Tentu saja tidak, mereka tetaplah 3 orang manusia.

                Tuhan Bapa, Tuhan anak maupun Tuhan Roh Kudus adalah sama-sama Tuhan namun mereka tetap 3 sosok Tuhan yang berbeda, inilah sebenarnya konsep yang terkandung dalam paham Trinitas atau Tritunggal pada dunia Kristen.

                Sebagai akhir dari Bab ini, maka kita kemukakan dua hal penting lain sebagai pengantar pemikiran kritis bagi orang-orang yang meyakini ide Trinitas dan mempercayai akan kemanunggalan Jesus dengan Allah.

                Pertama, dunia Kristen Trinitas meyakini bahwa Jesus merupakan anak Tuhan sekaligus Tuhan itu sendiri yang lahir menjadi manusia untuk menerima penderitaan diatas kayu salib demi menebus kesalahan Adam yang telah membuat jarak yang jauh antara Tuhan dengan manusia.

                Sekarang, bila memang demikian adanya, bisakah anda menyatakan bahwa pada waktu penyaliban terjadi atas diri Jesus maka pada saat yang sama Tuhan Bapa (Allah) telah ikut tersalibkan ?

                Hal ini perlu diangkat sebagai acuan pemikiran yang benar, bahwa ketika Tuhan telah memutuskan diri-Nya untuk terlahir dalam bentuk manusia oleh perawan Mariah maka secara otomatis antara Jesus dengan Tuhan Bapa tidak berbeda, yang disebut Jesus hanyalah phisik manusiawinya saja tetapi isi dari ruhnya adalah Tuhan sehingga hal ini menjadikan diri Jesus disebut Tuhan anak.

                Dalam keadaan apapun selama tubuh jasmani Jesus masih hidup dan melakukan aktivitas layaknya manusia biasa, pada waktu itu Ruh Tuhan pun tetap ada dalam badan jasmani tersebut dan tidak bisa dipisahkan, sebab jika Ruh Tuhan telah keluar dari badan kasarnya maka saat itu juga Jesus mengalami kematian, karena tubuh jasmani telah ditinggalkan oleh ruhnya.

                Jadi logikanya, sewaktu tubuh jasmaniah Jesus disalibkan, maka zat Tuhan juga telah ikut tersalib, artinya secara lebih gamblang, Tuhan Bapa telah ikut disalib pada waktu bersamaan (sebab mereka satu kesatuan).

                Pada waktu tubuh jasmani Jesus bercakap-cakap dengan para murid serta para sahabat lainnya maka pada waktu yang bersamaan sebenarnya Tuhan-lah yang melakukannya dibalik wadag tersebut.

                Dan sekarang bila Jesus mengalami kejadian-kejadian tertentu seperti mengutuki pohon Ara karena rasa laparnya namun ia tidak menjumpai apa-apa disana selain daun (Matius 21:18-19) maka hal ini menyatakan ketidak tahuan dari diri Jesus mengenai segala sesuatu dan implikasinya bahwa Tuhan yang mengisi jiwa dari wadag manusia Jesus pun bukanlah Tuhan yang sebenarnya, sebab ia tidak bersifat maha mengetahui sedangkan pencipta alam semesta ini haruslah Tuhan yang mengenal ciptaan-Nya sekalipun itu dalam wujud makhluk paling kecil dan hitam yang tidak tampak secara kasat mata berjalan pada malam yang paling kelam sekalipun.

                Dan pada waktu Jesus merasa sangat ketakutan sampai peluhnya membasahi sekujur tubuhnya bagaikan titik-titik darah yang berjatuhan ketanah (Lukas 22:44) maka pada saat yang sama kita menyaksikan Tuhan yang penuh kecacatan, betapa tidak, Tuhan justru frustasi dan kecewa sampai Dia mau mati (Matius 26:38) akibat ketakutan-Nya kepada serangan para makhluk ciptaan-Nya sendiri yang seharusnya justru menjadi lemah dan bukan ancaman menakutkan dimata Tuhan.

                Dan didetik-detik tersebut kita dapati pada Matius pasal 26 ayat 36 sampai 39 Jesus telah memanjatkan doa yang ditujukan kepada Tuhan. Sungguh suatu kejanggalan yang sangat nyata sekali, betapa Tuhan telah menjadi makhluk dalam bentuk manusia dan Tuhan itu masih memerlukan bantuan dari pihak lain (dalam hal ini Tuhan itu butuh bantuan Tuhan juga), disinilah sebenarnya kita melihat kenyataan bahwa Jesus itu sendiri bukan Tuhan, dia hanyalah makhluk dan sebagai makhluk maka seluruh dirinya terlepas dari unsur-unsur ketuhanan, baik jasmani maupun rohaninya.

                Karena itu dia pasti membutuhkan bantuan Tuhan yang sebenarnya, Tuhan yang Maha Tahu, Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dari ciptaan-Nya serta Tuhan yang Maha Gagah.

                Silahkan anda sebagai penganut paham Trinitas memikirkan hal-hal ini secara lebih kritis lagi. Adapun sekarang hal kedua yang ingin saya kemukakan sebagai penutup Bab pertama ini adalah sehubungan kembali dengan dakwaan Trinitas akan kemanunggalan Jesus dengan Tuhan dan mereka itu dianggap sebagai satu kesatuan, sehingga Jesus disebut sebagai Tuhan itu sendiri (makanya dikenal sebagai Tuhan Jesus).

                Dalam banyak kitab dan pasal pada Perjanjian Baru, kita sebut saja misalnya Matius 26:64, Kisah Para Rasul 7:55-56, Roma 8:34 dan sebagainya telah disebut bahwa Jesus sebagai Tuhan anak telah duduk disebelah kanan Tuhan Bapa, artinya mereka berdua (antara Tuhan Bapa dengan Tuhan anak) merupakan dua Tuhan yang berbeda, tidakkah ini menyalahi sendiri konsep kemanunggalan Jesus pada Tuhan Bapa yang diklaim oleh pihak Trinitas sendiri ?

                Bukankah semakin jelas kita melihat ada dua Tuhan dan bukan satu Tuhan, dan jika paham satu Tuhan disebut sebagai Tauhid atau Monotheisme maka sistem banyak Tuhan (lebih dari satu Tuhan) disebut sebagai Pluralisme Tuhan atau Polytheisme.

                Semoga hal ini bisa membawa anda kepada pemikiran yang benar, logis serta penuh kedamaian kembali kepada ajaran yang bisa anda terima secara lurus… ISLAM.

            • arysyaeputra on said:

              ga maaf jg, lantas menurut anda yang nama nya tuhan yesus itu seperti apa?
              kenapa harus menyembah tuhan? tuhan yang mana yang harus disembah? apa karena ibu-bapak juga menyembah tuhan itu?
              lantas dalam kitab yang mana yang dituliskan lebih cepat dari waktu yang diturunkan wahyu itu? tauratkah, lantas seberapa lama kitab itu disalin dan kapan, masih jamannya musa hidupkah atau setelah matinya? injilkah, lantas seberapa lama kitab itu disalin dan kapan, masih jamannya isa hidupkah atau setelah matinya? atau anda tau Alquran mulai ditulis dikitabkan kapan?
              adakah didalam kitab-kitab ini dituliskan, sebagai wahyu dari tuhan, dituliskankah disana sebagai pembenaran bahwa tuhan sebelumnya telah menurunkan kitab lain? adakah ayat yang menyatakan bahwa pembawa kitab (musa dengan taurat, isa dengan injil, muhammad dengan alquran) ini sebagai utusan terkahir yang menerima wahyu dari tuhan?
              lantas dalam kitab yang manakah yang menyatakan bahwa matahari itu sebagai pusat tatasurya, dan itu masih tetap sama dari waktu ditulis sampai sekarang?
              lantas kitab yang manakah yang sama dari seluruh penjuru dunia yang ditulis dulu sampai sekarang, tauratkah, ijilkah atau Alquran? adakah anda bisa membuktikannya dengan kesamaan isi dari kitab itu dengan rentang waktu 100 tahun, 200 tahun, 300 tahun dan atau kalau ada bahkan lebih dari sekarang.

              jika anda bisa menjawab semua yang diatas baru saya akan percaya, kalau anda memang tidak sedang mengigau & galau.
              ga maaf & ditunggu jawabannya

    2. Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)

      • Maaf anda terlalu gagal untuk kuliah kristologi.
        Anda mengutib Bible tapi anda memotong-motong ayat tersebut. Sehingga menjadi kabur maknanya.
        Saya tidak menanggapi jika anda belum lulus Kristologi…maaf.

        • bukankah anda & teman2 misionaris anda juga begitu ?
          hnya bisa mengutip satu atau dua ayat Al Qur’an saja dan menyerang Islam.

          Kami Muslim, menjawab pertanyaan dan tuduhan orang kristen (ga tamat belajar agamanya) seperti anda cukup di jawab dengan injil itu sendiri.

          saya injil ada, Talmud juga ada. :-)

          • Topik saya berdasarkan Quran (tanpa dipenggal), Hadist, bahkan juga berdasarkan tafsir Quran (para penulis Quran langsung dari orang Arab terjemahan Inggris)

            • untuk yg di atas mungkin iya benar, nungkin juga tidak.

              ya mungkin anda harus tau dan ngerti dulu tentang sejarah.

              kan sudah disebutkan bahwa Al qur’an adalah penyempurna Kitab2 sebelumnya (Injil, Zabur, Tauret).

              • Saran saya anda lebih lagi pelajari Islam secara mendalam.
                Dan bila anda ingin mengutib Bible, bacalah dengan tanpa kebencian yang mendalam.
                Pelajari Bible sebelum anda kutib…supaya anda tidak ditertawakan orang Kristen…
                saya belajar Bible tidak dengan hati yang panas sehingga saya bisa memaknai maksud dari isi Bible tersebut.
                Demikian pula saya membaca Quran, Hadist, dan Tafsir dengan hati yang ingin sungguh-sungguh belajar…

              • iya saran anda saya terima, terimakasih

    3. hey baby.
      MOTHERFUCKER YOU ARE.
      DI JAGA KALO BICARA.
      SEKOLAH MANA SIHH?

    4. Akan lebih bijak ketika Anda menyebarkan ajaran agama Anda dengan menyampaikan kebaikan ajaran agama Anda. Bukan dengan menjelek2an agama lain. Saya rasa dalam agama Anda juga selaras itu, yaitu menyebarkan ajaran agama dengan tidak menimbulkan kebencian.

      Terimakasih

    5. mbok ya kalau mau menjelaskan itu jangan dicomot2 aja, bahkan seorang profesor saja belum tentu berani mendefinisikan Tuhan dengan ilmu yang ia miliki. Karena Tuhan itu Kuasa.
      Alangkah sayangnya, padahal saya sendiri senantiasa berusaha menjaga hubungan baik dengan umat beragama lain, bahkan yang antara saya & yg nonmuslim pun senantiasa menjaga persaudaraan tsb.
      Tapi kok ya rasanya tulisan ini mengoyak persaudaraan tsb.
      Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku, sahabat. Alangkah lebih baik jika sahabat memperdalam ilmu agama sahabat sendiri sebelum merecoki agama orang lain. Salam persahabatan.

      • ho’oh.., ni asal nyomot aja.
        Klw berargumen mbok ya dibaca dan pelajari dengan menyeluruh dulu to mas’e.

        sangat tidak bijak membicarakan dua hal besar (kepercayaan) dengan ilmu yg masih begini. Semua pembaca apapun kepercayaannya juga bakal mikir yg sama baca postingan ini.

    6. Buat yang membuat artikel ini (apapun agama anda) pahami bahwa Tuhan lebih besar dari yang pernah anda bayangkan, Dia meliputi segala hal dalam kehidupan ini, sehingga tidak mampu akal dan kemampuan indera kita mempersepsikan Tuhan, kalau disini anda menemukan ada ajaran yang bisa mempersepsikan Tuhan bahkan merendahkanNya dengan menyamakan Dia dengan manusia dan membutuhkan pertolongan, dilahirkan dalam kandungan, mempunyai masa(waktu), makan-minum, bahkan mati, dan semua hal-hal yang membuatNya sama dengan makhluk ciptaanNya, maka sudah saatnya anda introspeksi untuk mengendapkan pikiran diri anda sendiri, sudah benarkah sesembahan seperti itu? apalagi kalau dia adalah Tuhan yang Maha Kuasa, bersihkan hati anda untuk menemukan kebenaran, akal kita terbatas, gunakan hati dalam mencari cahaya Tuhan, Salam.

    7. Lagilagi81 adalah seorang Yahudi atau mungkin nasrani, atau lebih tepatnya Atheis alias tidak bertuhan, sehingga yang dia besar-besarkan adalah YHWH, tuhannya dia dan orang2 sesat lainnya yg tidak pernah disebutkan di kitab samawi yang empat yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Qur’an. Untuk tipe orang semacam ini kita gak usah repot-repot, karena bisa jadi hatinya lagi sakit atau bahkan keracunan dan ngigau yg bukan-bukan. Menurut sangkaan saya pribadi kitab yang dia baca adalah kitab Gatuloco atau apalah, inilah faktor diantara faktor yang mempengaruhi kejahilan beliau yang beraninya menghina Allah dan RasulNya. Lagilagi 81 adalah manusia dewa yg tidak kentut, berak, meler, beler, sehingga dia merasa mulia, padahal kalau kencingnya ditahan oleh Allah Jalla wa ‘Ala sehari saja, dia bisa mati kebelet pipis. :) huahahahha……

    8. untuk sang pembuat artikel tidakkah anda sadar apa yg anda lakukan tlah menyebabkan benturan,gunjingan,gesekan,dan faham-faham yg tdk kita ingin kan ingatlah setiap agama yg ada d dunia (baik agama bumi maupun langit sama2 meng esa -kan ajarn tuhan semuanya dari tuhan,untuk tuhan,dan akhirnya kembali kepada tuhan), saya tidak bermaksud membela siapapun d sini baik pembaca maupun sang penulis artikel tpi alangkah baiknya kita saling harga-menghargai,hormat-menghormati,dan tidak berusaha mencari2 kesalahan orng lain ingat kita hidup di INDONESIA negara dgn bermacam2 suku,ras,dan agama apa kta tdk sadar pada konsep dasar PANCASILA yg mengakui konsep dasar ketuhanan ketahuilah tuhan itu tdk dpt d jabarkan dgn apapun maupun dgn mesin tercanggih sekalipun tuhan tdk menciptakan kejahatan,permusuhan, hasut dan fitnah tapi itu sekali lagi kembali kepada kita masing2 msh adakah tuhan dlm diri kita masing2,soal apakah agama yang paling benar hanya hati nurani kita masing2lah yg tahu dan akhir dari dunia ini biar tuhan yg menyelesaikannya kita tdk boleh mencelah agama apapun karna secara tdk langsung itu sudh menyalahi aturan hidaup kita sebagai mahluk sosial yg saling membutuhkan dan menghargai satu sama lain….. sekian terimakasih

    9. kita on said:

      coba masuk

    10. kita on said:

      Penulis an.”lagilagi81″ memiliki sudut pandang analisa seperti itu sedangkan kami:
      1. Rasulullah SAW menikah secara agama (sakral/suci) dengan istri lebih dari 1 sebagaimana Rasul Allah yang lain seperti Nabi Ibrahim, Nabi Daud dll.. sedangkan kecantikan dan kekayaan bersifat relatif dan usia pernikahan antar 1 negara dengan negara lain berbeda tergantung zamannya, hukum negeri tersebut, agamanya dan adat istiadatnya…
      2. Rasulullah bergelar Al Amin artinya orang yang sangat dipercaya (jujur).
      3. Rasulullah tidak gila karena jika gila maka dia akan mengejar-ngejar orang.
      4. Rasulullah bukanlah menerima inspirasi dari syetan karena syetan menyuruh kepada perbuatan keji dan mungkar, saling bermusuhan, mengundi nasib, minum khamr dll
      5. Rasulullah sudah tertulis pada kitab-kitab terdahulu dengan nama Ahmad (yang dipuji) bahkan dalam Alkitab terdapat Kidung Agung yang tertulis pada Alkitab terdahulu dengan sebutan “Muhammadanism”.
      5. Allah adalah nama Raab/Tuhan bagi muslim sebagai mana Elia panggilan Tuhan dalam bahasa Aramaik…
      6. Sebagaimana Pencipta, maka ia akan menulis nama-Nya di ciptaannya, coba lihatlah tangan anda sesuai dengan nama Allah..
      7. Dialah Allah yang Maha Esa, Tempat meminta, tidak beranak dan tidak diperanakan dan tidak ada yang serupa dengan Dia..
      8. sedangkan Bakka adalah lembah suci di dalam Al Quran sebagaimana Lembah Bekaa pada Alkitab, sedangkan Ibrahim, sarah dan Ismail tertulis dalam Al Quran dan Alkitab..
      9. Hajar Aswad adalah batu hitam biasa yang jika tidak dicium oleh Rasulullah maka saya tidak akan menciumnya (Umar bin Khattab)..

    11. kita on said:

      10. Ka’bah adalah kiblat (arah beribadah) muslim setelah kiblat pertama Masjid Al Aqsa di Palestina…

    12. Buat SEMUA:
      1. Bagaimana jika Al-Quran itu TIDAK benar dari TUHAN serta semua ajaran/ancaman/pengetahuan yang ada didalamnya?

      2. Bagaimana jika Al-Quran itu memang BENAR dari TUHAN serta semua ajaran/ancaman/pengetahuan yang ada didalamnya?

      “Jika Surga dan Neraka tak pernah ada, masih kah kau bersujud kepada-NYA”

      Salam Damai
      ^_^

    13. [2:28] “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

      [4:116] “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

      [4:87] “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?”

      [3:83] “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

      [2:83] “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.”

      [2:174-175] “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!.”

      [29:64] “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”

      [2:86] “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.”

      [2:175] “Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!”

      [4:56] “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

      [4:147] “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.”

    14. Semoga Allah memberikan hidayah padaMu.sehingga kamu bukan termasuk orang2 yg berada dalam kerugian besar.
      Ingatlah semua ini saat hari akhir kamu dibangkitkan.kamu akan mempertanggung jawabkan apa2 yg kamu perbuat.bersikaplah seperti ini jika memang kamu bs saatberhadapan dengan Allah S.W.T sebagaimana kamu sekarang.sungguh dalam hati kecilmu mengakui keberadaan Allah S.W.T
      sungguh aku mencintai Allah dan Rasulnya melebihi apapun di dunia ini.jangan menyulutkan emosi dengan argumen tanpa dasar.atas dasar apa anda memposting yang sedemikian,kami tidak mencela agamamu.lebih tahu siapa,anda kah kami yang tahu siapa Muhammad S.A.W itu.bertaubatlah maka Dia akan mengampunimu,jika tidak tutup mulutmu kalau agamamu mengajari demikian.

    15. Kul ya ayyuhal-kaafiruun. Laa a’budu maa ta’buduun. Va laa antum ‘abiduuna maa a’bud. Va laa ana ‘aabidum-maa ‘abadtum. Va laa antum ‘aabiduna maa a’bud. Lakum diinukum va liya din.

    16. Saya hanya berdoa semoga anda mendapatkan petunjuk yang benar dari Tuhan anda, Allah SWT yang saya yakini. Semoga Tuhan anda, Allah SWT yang saya yakini memaafkan kekhilafan anda, dan semoga anda diberi umur yang panjang untuk mencari kebenaran yang haqiki dan mengimaninya..amiin yaa Robbal ‘alamin. saran saya sebarkanlah agama anda dengan baik, karena nabi Isa menyebarkan dan mengajarkan Agama yang dibawanya dengan damai tanpa kebencian kepada siapapun..ah sudahlah anda pasti lebih tau dari saya tentang karakter nabi Isa dalam menyampaikan agama yang dibawanya..salam damai.

    17. Betapa rendahnya anda dengan menghina agama Islam
      babi aja binatang paling menjijikan ga pernah menghina yg lain…
      padahal anda suka makan babi….

    18. Kelakuan anda seperti BABI…

      Babi adalah binatang yang paling hodoh dan kotor,
      Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri & kotoran manusia TERMASUK KOTORAN ANDA pun dimakannya.
      Sangat suka berada pada tempat yang kotor,
      tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering.
      Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas & lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri).
      Suka dengan sejenis (HOMO) dan tidak pencemburu.

      (Ref. Buku : Adaptive physiology on mammals and birds).

    19. Kami tidak suka BABI apalagi BABI ngepet
      Dasar BABI…

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: